Mojokerto, BeritaTKP.com – Pemilik toko kelontong di Jalan Basket, Perumahan Japan Raya Blok OO nomor 42, Desa Japan, Sooko, Mojokerto, ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya.

Korban berinisial AN (65) ditemukan tewas oleh warga setempat. Anehnya, putri korban yang tinggal bersama dengan korban sempat melarang warga masuk dengan dalih ayahnya sedang tidur.

Diketahui, bagian depan rumah dimanfaatkan untuk toko kelontong. Satu-satunya pintu masuk ke rumah sekaligus toko ini adalah pintu harmonika warna hijau.

Ketua Blok OO, Mulyadi (56) menjelaskan, AN terakhir kali terlihat masih hidup pada Rabu (14/2) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, ia nongkrong dengan korban sebab rumahnya persis di depan rumah korban.

“Paginya masih sempat nyoblos (Pemilu 2024) dengan putrinya,” jelasnya kepada wartawan di lokasi, dikutip dari detikjatim, Jumat (16/2/2024).

Sejak malam itu, baik korban maupun putrinya tak lagi keluar rumah. Pintu rumah korban terkunci dan lampu di depan rumahnya terus menyala dalam 2 hari terakhir.

Ia yang merasa adanya kejanggalan serta khawatir dengan kondisi tetangga dekatnya itu, mencoba menghubungi ponsel korban namun sama sekali tidak diangkat.

“Karena firasat saja. Biasanya saya telepon gampang, saya WA juga gampang. Saya ingin mengecek kondisinya bagaimana,” terangnya.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Mulyadi bersama kepala dusun, babinsa dan keponakan korban menggedor-gedor ruko AN. Karena tak kunjung ada respons dari pemilik rumah, mereka juga memanggil tukang kunci untuk membuka pintu harmonika rumah korban.

Baru sekitar puku 14.30 WIB, putri korban kemudian membuka pintu harmonica tersebut. Saat itu juga, Mulyadi masuk ke dalam rumah tersebut bersama keponakan korban. Firasatnya pun benar adanya. AN sudah tewas membusuk di dalam kamarnya.

“Anaknya saya amankan, sebab sempat mau menutup pintu lagi. Kata anaknya orang tidur kok diganggu. Korban di dalam kamar, saya tidak sempat lihat karena baunya sudah sangat menyengat. Saya langsung panggil semua, termasuk polisi,” ungkapnya sambil menirukan ucapan putri korban.

Anggota Polsek Sooko dan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Mojokerto telah melakukan olah TKP. Jenazah AN dievakuasi ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto sekitar pukul 15.30 WIB untuk divisum.

Kapolsek Sooko AKP Suwarso menuturkan AN tewas terlentang di atas Kasur lantai kamar rumahnya. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus dan celana pendek dengan kondisi sudah membusuk. Namun, ia belum bisa memastikan penyebab kematian korban.

“Untuk lebih lanjut tim identifikasi akan menyelidiki. Untuk sementara memang tidak ditemukan itu (bercak darah dan bekas pertikaian),” ujarnya.

Menurut Suwarso, putri korban memang sempat menghalangi warga yang akan mengecek kondisi korban. Berdasarkan informasi awal yang ia terima, putri korban mengalami gangguan jiwa.

“Mau dibuka warga, kata anaknya tidak usah diganggu karena (korban) tidur, nanti akan bangun sendiri. Informasi tetangga, anaknya ada gangguan jiwa. Sementara belum bisa kami pastikan dia (putri korban) ada tindak kejahatan. Putrinya tadi sudah diamankan untuk lidik,” tandasnya. (Din/RED)