Surabaya, BeritaTKP.com – Nasib sial menimpa Matius, warga asal Jalan Kenjeran, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya yang menjadi korban pencurian motor oleh pembelinya sendiri. Matius inginnya menjual motor Honda Vario nopol L 5163 CX secara Cash On Delivery (COD) di depan warung kopi Jalan Peneleh. Namun, bukannya mendapatkan pembelinya, motornya malah dibawa kabur.

Korban akhirnya melapokan hal itu kepada Polsek Genteng dengan berbekal foto terduga pelaku yang mengaku bernama Rudi, warga Bulak Rukem. “Terduga pelaku mengaku namanya Rudi. Dia datang naik grab, saya cek aplikasi namanya Abdul Rahman,” kata Matius, dikutip dari memorandum, Minggu (17/12/2023) kemarin.

Matius mengaku, mulanya ia menjual motornya di marketplace di Facebook (FB) seharga Rp 11,5 juta. Kemudian terduga pelaku ini menghubunginya nomor HP korban yang tertera di FB dan berkeinginan membelinya.

Korban mengungkapkan, dalam perbincangan ditelepon itu terduga pelaku bernama Rudi menanyakan pekerjaannya di Kapasari karena ingin melihat kondisi kendaraan sekaligus nego pada Sabtu (16/12/2023) sekitar pukul 15.00 WIB. “Awalnya saya ketemuan di rumah saya, tapi kata terduga pelaku kejauhan karena posisinya di Tambak Osowilangon. Akhirnya sepakat janjian di depan warkop Peneleh,” jelas Matius.

Matius pun menuruti keinginan pembelinya dan berangkat menuju lokasi yang sudah dijanjikan sambil mengendarai motor yang hendak dijualnya. Setelah datang dia menunggu di warkop, dan tak lama datang terduga pelaku naik mobil warna putih (grab).

Usai bertemu, kata Matius, terjadi tawar negosiasi harga motor. Oleh terduga pelaku ditawar Rp 11 juta. Tapi oleh korban ditolak. Disaat berjalannya nego harga, korban sempat menghidupkan mesin untuk menunjukkan keadaan motornya kondisinya masih bagus.

“Terduga pelaku sempat minta potongan Rp 200 ribu buat transportasi. Dan juga menghubungi istrinya untuk memberitahu kondisi dan harga motor. Dia juga mengaku katanya motor yang akan dibelinya buat istrinya,” beber Matius.

Setelah itu, terduga pelaku minta kunci motor katanya mau tes. Motor dipakai muter-muter disekitar lokasi. Awalnya muter sekali kembali, namun yang kedua tidak kembali lagi. “Saat coba motor terduga pelaku sempat saya foto menggunakan HP. Setelah itu saya tunggu lima menit, terduga pelaku tidak kembali. Dia kabur ke Jalan Ahmad Jais,” ujar dia.

Karena tak kunjung kembali, Matius pun menjadi panik. Ia lantas bertanya kepada pengemudi grab yang menunggu di warkop. Namun, pengemudi grab itu mengaku tidak mengenai pelaku karena ngegrab saja dan disuruh menunggu di warkop. “Saya juga sempat menghubungi nomor HP terduga pelaku tapi tidak diangkat,” jelasnya.

Matius pun akhirnya diantar pengemudi grab melapor ke Mapolsek Genteng. Dan berharap pelakunya ditangkap polisi dan motornya kembali. “Saya sudah lapor ke Polsek Genteng dan pengemudi grab dijadikan saksi,” tandas dia. (Din/RED)