
Nganjuk, BeritaTKP.com – Aksi pencurian jagung yang kerap meresahkan sejumlah masyarakat Kabupaten Nganjuk berhasil diungkap jajaran Polres Nganjuk.
Sudah ada tiga desa yang lahan jagungnya disatroni maling, lokasinya masing-masing berada di Desa Patihan dan Desa Nglaban di Kecamatan Loceret serta Desa Pacekulon, Kecamatan Pace.
Petani yang merasa waswas sawahnya jadi sasaran meningkatkan kewaspadaan. Mereka bahkan selalu berjaga di sawah saat larut hingga subuh tiba.
Namun nasib apes dialami oleh Sumariyadi (44), warga Desa Nglaban, Kecamatan Loceret. Rencananya panen jagung gagal, sebab dirinya keduluan oleh kawanan pencuri.
Diketahui, sebelum hari panen, pencuri terlebih dahulu menggondol jagungnya. Pencuri jagung tersebut beraksi pada Selasa (26/9/2023) malam lalu. Ia tak kalah cepat dengan maling yang menggasak jagungnya.
Akibat kehilangan jagung tersebut, Sumariyadi mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Untuk melindungi petani lain dari ulah pencuri jagung, dia memilih untuk melaporkan kejadian itu ke polisi. Harapannya pelaku bisa diringkus dan petani di Kota Angin merasa aman saat bercocok tanam.
Kabar pencurian tersebut menyebar dengan cepat, dan membuat para petani di luar Desa Nglaban, Loceret meningkatkan kewaspadaannya. Salah satu upaya yang mereka lakukan adalah dengan memaksimalkan penjagaan. Khusunya pada malam hari.
Penjagaan serupa juga dilakukan oleh Suwarjo (66), warga asal Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro. Menjelang panen, bapak tiga anak yang menggarap sawah di Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro meningkatkan penjagaannya. “Sekarang usia jagung saya sudah lebih 60 hari. Kira-kira 10 atau 20 hari lagi bisa dipanen,” terangnya.
Karena tidak ingin didahului pencuri, dia mengaku terus mengontrol tanaman jagungnya. Dia mulai bergegas ke sawah selepas salat Isya. Dengan membawa headlamp, dia beberapa kali menyenteri lahan jagungnya seluas 60 ru tersebut. Dia tidak hanya mengawasi lahannya tetapi juga milik temannya.
Setelah berjaga dan berkeliling hingga larut, pria yang kerap disapa Mbah Ji itu lalu pulang. Dia akan digantikan temannya yang juga petani yang punya lahan di sana. Selain bergantian dengan temannya sesama petani, dia juga meminta bantuan warga dari Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro.
Sementara itu, Kapolres Nganjuk, AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., mengonfirmasi anggotanya telah menangkap seorang pria dengan inisial SW (48) yang merupakan penduduk Kelurahan Kramat, Nganjuk. Pria ini ditangkap saat sedang mencuri jagung di persawahan Desa Nglaban, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Senin (2/10/2023).
Penangkapan ini merupakan hasil kerjasama antara warga desa dan kepolisian melalui program “Wayahe Lapor Kapolres” (WLK). Masyarakat setempat sebelumnya melaporkan serangkaian kejadian kehilangan jagung di sawah mereka yang mereka curigai dilakukan oleh seseorang.
“Dari laporan itu, sekitar pukul 02.00 Wib, Tim gabungan dari Polsek Loceret dan Opsnal Polres Nganjuk berpatroli di wilayah yang di maksud, dan benar sekitar pukul 04.00 Wib, petugas patroli menangkap tangan pelaku yang sedang mengangkut jagung siap panen hasil curian,” ujarnya.
Lebih lanjut Kapolres menegaskan, bahwa keberhasilan penangkapan ini juga memperkuat kepercayaan masyarakat pada polisi dan meningkatkan rasa aman di lingkungan setempat. (Din/RED)





