Tuban, BeritaTKP.com – Pemerataan infrastruktur secara merata di semua wilayah menjadi salah satu arah pembangunan Pemkab Tuban di bawah kuasa Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky. Pria yang telah menjabat sebagai Bupati Tuban sejak tahun 2021 lalu menginstruksikan pembangunan infrastruktur dijalankan secara merata agar mampu mendukung mobilitas masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, masifnya pembangunan insfrastruktur baik jalan dan jembatan dimaksudkan meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas masyarakat. “Pembangunan infrastruktur baik jalan dan jembatan dimaksudkan untuk meningkatkan mobilitas dan aksesbilitas masyarakat,” ucap Aditya Halindra Faridzky, Rabu (27/09/2023).

Sebagaimana dengan visi dia yakni Mbangun Deso Noto Kuto, Bupati Tuban komitmen dengan pemerataan infrastruktur di semua wilayah yang menjadi salah satu arah pembangunan Pemkab Tuban.

Ia menambahkan, infrastruktur berkualitas yang merata diharapkan membawa multiplayer effect. Kemudahan masyarakat yang mampu mendukung percepatan roda ekonomi.

Selain itu, memudahkan masyarakat mengakses fasilitas pendidikan maupun kesehatan, sehingga pihaknya berkomitmen pembangunan di Kabupaten Tuban berkualitas baik, tahan lama dan sesuai peraturan yang berlaku. “Kami minta masyarakat bersabar karena proses pembangunan sejumlah proyek memerlukan waktu yang tidak sebentar,” sambungnya.

Saat ini pengerjaan infrastruktur yang sedang berlangsung diantaranya adalah Jembatan Dam Seng di Senori dan Ruas Jalan Bulu-Jatirogo. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR,PRKP Kabupaten Tuban, Basdi menjelaskan pengerjaan penggantian jembatan Dam Seng telah dilakukan pemasangan tiang pancang sebanyak 32 titik. Tahap berikutnya akan dilakukan pemotongan bagian sisa tiang pancang.

Basdi menerangkan, penggantian jembatan Dam Seng di Desa Sidoharjo telah menelang anggaran sebanyak 1,85 milyar pada APBD tahun 2023. Proses pengerjaan sesuai dengan kontrak mulai 20 Juni sampai dengan 16 Desember tahun 2023.

Perlu diketahui, jembatan Dam Seng menjadi penghubung desa-desa di Singgahan, Senori dan Parengan. Sebelumnya, kondisi jembatan Dam Seng memang sudah rusak. Kemudian intensitas curah hujan yang tinggi membuat aliran Kali Kening ini tinggi dan terus menggerus tanah. Jembatan tersebut ambrol usai diterjang luapan banjir Anak Sungai Bengawan Solo. (Din/RED)