
Sidoarjo, BeritaTKP.com – Sungai Pelayaran yang ada di Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, terlihat penuh dengan sampah. Sampah-sampah tersebut menumpuk di dekat pintu air Desa Tawangsari. Akibat sampah yang kian menumpuk, warga jadi terpapar bau busuk yang sangat menyengat.
Warga RT 2, RW 11, Desa Tawangsari, Winarno menyebut bahwa sudah ada sekitar satu setengah bulan sungai itu tidak dibersihkan. Jadinya, sampah yang bercampur lumpur menumpuk di titik dekat pintu air tersebut. “Baunya menyengat. Kami takut itu limbah. Harapannya bisa segera dibersihkan,” kata Winarno.
Ditambah, sebentar lagi akan berganti musim hujan yang pastinya debit air sungai bakal meningkat. “Ini juga kan mau musim hujan. Perlu dikeruk agar nanti aliran air tidak sampai meluber. Sebab, samping sungai ini berbatasan langsung dengan jalan dan halaman rumah warga,” lanjutnya.
Kabid Ketersediaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Suprayitno mengakui, sungai tersebut memang sering penuh akan sampah dan enceng gondok.
Kondisi tersebut bukannya sengaja dibiarkan, namun akan dibersihkan secara bertahap. Saat ini pembersihan masih dilakukan di Sungai Pelayaran sisi selatan dan barat. ’’Proses pembersihan masih sampai di Desa Krembangan, Kecamatan Taman. Ada pengerukan di sana. Prosesnya bertahap nanti ke titik yang penuh sampah di Tawangsari,’’ kata Prayit, dlansir dari jawapos.
Menurutnya, pembersihkan idealnya tak hanya dilakukan pada satu titik. Namun, menyeluruh hingga di bagian hulu sungai. ’’Karena itu, pembersihan dilakukan bergiliran dan bertahan di titik-titik yang kotor,’’ katanya.
Saat ditanya apakah ada terdapat indikasi sebagai tempat pembuangan limbah? Prayit menyatakan belum bisa memastikan hal tersebut. Sebab, harus ada penelitian dan pengecekan yang mendalam.
Namun, berdasarkan pengamatan sementara, yang terlihat hanya endapan sungai, sampah, dan enceng gondok. Beberapa enceng gondok yang mati dan hanyut di sungai juga membusuk.
Meski sungai tersebut menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Prayit mengatakan, pihaknya mengupayakan tetap ada penanganan dari dinasnya.
Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengungkapkan, upaya normalisasi di titik tersebut mulai dilaksanakan minggu depan. Normalisasi dilakukan sepanjang 2 kilometer. “Ada pengangkatan sampah dan sedimen sungai. Nanti sampah dibuang di spoil bank yang sudah di siapkan di tiap desa,” ujarnya.
Dwi menuturkan, penanganan sampah dilakukan sejak hilir sungai, yang artinya desa sekitarnya seperti Krembangan dan Tanjungsari juga dinormalisasi. “Normalisasi dilakukan dari dinas kami, lalu Dinas PU Sumber Daya Air Jawa Timur dan Jasa Tirta,” katanya.
Terkait bau yang menyengat, kemarin pihaknya meninjau langsung ke lokasi untuk memastikan lebih lanjut. Namun, prediksinya hanya ada sampah dan sedimen biasa. (Din/RED)





