Malang, BeritaTKP.com – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo disebutkan mencapai 500 hektare. Karhutla yang melanda destinasi wisata epic di Jawa Timur tersebut dinyatakan telah padam pada Kamis (14/9/2023) kemarin malam.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani, meski telah dinyatakan padam, upaya pembasahan pada bekas area yang terbakar masih terus dilakukan dengan water bombing sejak pagi tadi. “Tadi pagi ada water bombing untuk mop up (menghentikan) jika ada bara api,” ujarnya.

Sementara itu, water bombing pagi ini difokuskan pembasahan di kawasan Blok Mungal dan Blok Watangan yang berada diatas bukit Teletubbies. “Water bombing, fokus di wilayah Mungal, watangan dan sekitarnya. Lokasinya berada diatas bukit Teletubbies,” ungkap Septi.

Kebakaran di kawasan wisata Gunung Bromo sejak 6 September 2023 menimbulkan kerugian sangat signifikan. Tidak hanya material berupa hilangnya pendapatan pemasukan akibat lokasi wisata ditutup, tapi juga kerugian secara ekologis, kekhawatiran terhadap kerusakan flora dan fauna yang cukup parah.

Gunung Bromo diketahui merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Pada 2022, tercatat dikunjungi sebanyak 318.919 wisatawan, yang terbagi dari 310.418 pengunjung merupakan wisatawan nusantara dan sebanyak 8.501 merupakan wisatawan asing.

Dari total jumlah kunjungan wisatawan ke Bromo sepanjang 2022 tersebut, ada Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 11,65 miliar, yang meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak Rp 4,85 miliar. (Din/RED)