Nganjuk, BeritaTKP.com – Sebuah rumah yang terletak di Dusun Gaeng, RT 003 RW 005, Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur mengalami kebakaran hebat, pada Kamis (31/8/2023) kemarin.

Kebakaran tersebut diketahui melanda rumah milik warga setempat yang bernama Sukijan (51). Kebakaran terjadi disebabkan karena rokok yang ditinggal dengan kondisi masih menyala oleh anak pemilik rumah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk, Sujito mengatakan, kebakaran dilaporkan sekitar pukul 14.44 WIB. Pihaknya langsung saja menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran beserta sejumlah personelnya ke lokasi kejadian guna melakukan upaya pemadaman api.

Berdasarkan keterangan dari pihak pemilik rumah, Sujito menjelaskan, kebakaran itu bermula dari anak pemilik rumah yang sedang merokok di dalam rumah. “Lalu ditinggal keluar dengan meninggalkan rokok yang masih menyala,” ujarnya.

Tanpa disadari di dekat rokok ada bahan mudah terbakar, yaitu kasur. Nah, rokok yang masih menyala itu langsung menyulut kasur yang berada di dekatnya, lalu merembet hingga ke perabotan lain di dalam rumah“Rokok menyulut kasur di dekatnya dan terjadi kebakaran,” ujarnya.

Pemilik rumah bersama warga sekitar awalnya berusaha untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun api gagal dipadamkan. Hingga kemudian warga menghubungi petugas Damkar Nganjuk untuk membantu memadamkan si jago merah. “Setelah ada laporan, personel Damkar langsung menuju ke lokasi itu,” katanya.

Sujito memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden itu. Adapun api dapat dipadamkan petugas dalam waktu sekitar 45 menit. “Tidak ada korban, hanya kerugian materil yang diperkirakan Rp50 juta,” ujarnya.

Sujito menghimbau warga agar memastikan rumah selalu aman dari bahaya yang dapat memic adanya kebakaran sebelum ditinggal persgi beraktivitas. “Periksa kompor, peralatan kelistrikan dan pemantik api dalam keadaan aman atau tidak menyala sebelum ditinggal pergi, sebab hal sepele bisa menimbulkan kerugian materiil maupun korban jiwa,” imbaunya. (Din/RED)