
Banyuwangi, BeritaTKP.com – Berdasarkan surat edaran Badan Geologi yang dikeluarkan dalam 1 Agustus 2023 lalu, status Gunung Ijen di Kabupaten Banyuwangi ditunkan dari level II menjadi level I (normal).
Suparjan selaku kepala Pos Pengamatan Gunung Ijen Banyuwangi mengungkap bahwa penurunan status ini dikarenakan adanya beberapa aktivitas vulkanik yang mulai turun. Penurunan juga terjadi pada kegempaan, terutama gempa vulkanik dangkal pada pengamatan mulai 1 Januari hingga 31 Juli 2023. hal itu menunjukkan bahwa adanya kecenderungan penurunan tekanan pada kedalaman dangkal sebagai akibat dari aktivitas hidrothermal Gunung Ijen.
Berdasarkan hasil pengukuran pada 39 Juni 2023 lalu, suhu air menurun jika dibandingkan dengan pengukuran pada bulan Desember 2022. Bahkan, semburan gas di danau juga tak terlihat. “Bualan (semburan) gas di danau saat ini tidak nampak,” ucap Suparjan.
Meski status aktivitas Gunung Ijen kembali normal, aturan pendakian gunung ijen belum berubah. Pendakian tetap dibuka mulai pukul 04.00 WIB, sehingga pengunjung tetap tidak bisa menikmati keindahan blue fire Kawah Ijen. Pasalnya dalam surat edaran nomor SE.54/K.2/BIDTEK.1/KSA/1/2023, yang diterbitkan Januari lalu disebutkan, pengunjung atau wisatawan dilarang mendekati kawah di Gunung Ijen.
Kabid Wilayah III Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jember Purwantono mengatakan, larangan mendekati kawah untuk pendakian sebagaimana diatur dalam surat edaran Badan Geologi belum diperbarui. “Masih menunggu surat edaran dari BBKSDA Jatim. Meski status aktivitas gunungnya turun kebijakan soal pendakian tidak serta merta langsung normal,” ujar Purwantono dikonfirmasi terpisah.
Sejaun ini sistem pengelola wisata Kawah Ijen masih didasari oleh Surat Edaran (SE) Nomor 53 yang belum dicabut, termasuk tidak tertutup kemungkinan jam dibukanya pendakian akan kembali lebih awal. Namun bila ada kebijakan baru, maka aturan ini tidak berlaku kembali. “Tidak menutup kemungkinan dibuka seperti semua, tapi pastinya nanti kami menunggu surat edaran dari BBKSDA Jatim dulu,” katanya. (Din/RED)




