Nganjuk , Berita TKP – Dengan adanya kesulitan untuk mencari barang khususnya  di Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya bahkan diluar pulaupun mungkin sama , maka masyarakat kecil nampaknya banyak yang kembali ke jaman lama yaitu menggunakan kayu bakar untuk mancukupi kebutuhan dapur dalam memasak nasi , merebus air dan sebagainya , lain daripada itu bahwa menggunakan kayu bakar akan lebih mudah terjangkau mencarinya dalam situasi terpepet dibanding memakai Elpiji walaupun itu tergolong praktis , seperti yang menjadi buah bibir dikalangan para ibu ibu rumah tangga di kampung kampung pada saban harinya belakangan ini .

Elpiji yang saat ini menjadi sorotan bahkan menjadi masalah besar pada publik karena kelangkaannya di masyarakat menjadi desas desus pada jajaran rumah tangga dimana saja dari golongan rakyat jelata, menengah sampai Elit yang semua sama sama memerlukannya menjadikan konflik dan kebingungan , disamping keterbatasan pula harganya menjulang tinggi mungkin pula tidak standart dengan harga yang telah ditetapkan oleh Pertamina ..

Sebelum tabung hijau berkembang pesat seperti sekarang ini pada rumah tangga ,Warung /Depot maupun Restoran menggunakan kompor gas dari minyak tanah ada pula yang memakai gas tabung ( bree gas ) , namun pada era sekarang tak begitu digunakan karena terserang dengan adanya gerakan para produksen tabung 3 kiloan sehingga para konsumen memilih mana yang lebih enak , akan tetapi dengan kondisi selama ini yang tak semudah untuk didapatkannya , lalu bagaimana sikap pemerintah mulai dari Daerah , Provinai sampai Pusat ” rumor masyarakat ” .

Dari seseorang anggota sebuah LSM di Nganjuk yang berinitial End ( Red ) pada Jum’at , 28 Juli 2023 berkomentar di sebuah Grup ” daripada mengirim gambar pamer makanan  mbok ngritik ngritik elpiji yang saat ini amat langka ” , ucapan itu ditujukan kepada rekan rekannya dalam kalimat guraunya , akan tetapi sebenarnya ucapan itu adalah benar karena disaat sekarang ini elpiji sangat sulit sekali diperoleh pada kalangan bawah .

Sementara dari pandangan  umum bahwa  kelangkaan ini bersumber dari beberapa faktor yang disalahgunakan oleh oknum oknum tak bertanggung jawab guna mencari kepentingannya dan yang sering masuk medsos tentang penyelundupan elpiji , penimbunan elpiji dan seterusnya yang semua itu adanya unsur kesengajaan dengan maksud untuk mempertinggi nominal dari pengguna , sampai pertabung 3 kiloan senilai hampir dua kali lipat dengan biasanya sehingga tidak sewajar harga normal maka dari itulah adalah kesempatan bagi yang mempunyai dan mengerti linknya dibidang itu .

Ketua LSM di Nganjuk yang enggan disebut namanya pada beberapa hari lalu jua berkata apabila saat kini elpiji adalah menjadi problem ditengah tengah masyarakat karena rakyat sedang memerlukan barang tersebut untuk menunjang kebutuhan hidup sehari hari.( tut )