Petugas saat memapah salah satu pesilat konvoi.

Gresik, BeritaTKP.com – Petugas gabungan berhasil menghentikan aksi konvoi ratusan pesilat yang memadati Jalan Boboh, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Ratusan pesilat tersebut dikabarkan hendak menghadiri pengesahan yang dilakukan cabang perguruan di wilayah Cerme.

Ratusan pesilat tersebut terlihat membawa atribut lengkap perguruan dengan mengendarai motor. Petugas gabungan yang melakukan penyekatan meminta mereka untuk kembali. “Tadi mau ke Cerme mereka, tapi sama pak polisi disuruh balik,” kata FR, salah satu pengunjung warung kopi sekitar, Jumat (22/7/2023) kemarin malam.

Karena beberapa pesilat tak mau dibubarkan, polisi pun terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan. Bahkan, beberapa pesilat diamankan polisi. “Tadi ada gas air mata juga ditembakkan, asapnya sampai sini tadi,” tambah FR.

Setelah penembakan gas air mata, massa pesilat sedikit demi sedikit membubarkan diri. Hingga pukul 23.30 WIB, kondisi jalanan mulai berangsur-angsur kondusif setelah sempat mengalami kemacetan panjang.

Selain itu, para pesilat juga sempat melempari polisi yang menghadang aksinya dengan batu. Akibatnya, salah satu polisi terluka usai dilempari batu. “Iya benar, ada satu anggota terluka di bagian kepala akibat lemparan batu dari pesilat,” kata Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdhan, Jumat (21/7/2023) kemarin.

Tak hanya melempari polisi dengan batu, para pesilat ini juga membakar barang-barang di tengah jalan. Suasana mencekam pun membuat warga sekitar tidak berani untuk keluar. “Ada yang bakar-bakar barang, tapi setelah kita bubarkan, situasi kembali kondusif. Ada beberapa yang kita amankan dan sudah kita bawa ke Polres Gresik,” lanjutnya.

Di sisi lain, Kapolsek Menganti AKP Inggit Prasetyanto tidak mengetahui pasti berapa anggota pesilat yang diamankan. Namun, para pesilat yang diamankan sudah dibawa ke Polres Gresik. “Sudah dibawa ke Polres,” kata Inggit singkat. (Din/RED)