
Surabaya, BeritaTKP.com – Sebanyak 44 orang diduga anggota perguruan pencak silat diamankan petugas patroli gabungan di kawasan Bundaran Cito, Kota Surabaya, pada Jumat (21/7/2023) kemarin malam. Beberapa di antara pesilat tersebut diduga dalam pengaruh alkohol.
Puluhan anggota perguruan pencak silat tersebut terjaring razia anggota Polrestabes Surabaya yang digelar di sejumlah titik penyekatan dalam dan luar kota Surabaya. Patroli dan penyekatan yang digelar sejak pukul 00.00 WIB itu cukup agresif. Konvoi pengendara motor yang melaju dari Sidoarjo dihentikan petugas untuk didata. Terlihat banyak pengendara yang menjadi bagian dari konvoi itu memaksa untuk putar balik dan melawan arus demi menghindari petugas.
Dari puluhan orang yang diamankan tersebut, enam orang diantaranya masih berusia di bawah umur (pelajar). Sedangkan, 38 orang lainnya berusia dewasa dan berstatus sebagai pekerja atau profesi karyawan swasta.
Berdasarkan data Humas Polrestabes Surabaya, 27 orang anggota Peguruan Pencak Silat terjaring razia penyekatan di luar Kota Surabaya, atau perbatasan Surabaya-Sidoarjo. Terdiri dari 4 orang pelajar dan 23 orang lainnya berstatus pekerja swasta.
Sedangkan, penyekatan di dalam Kota Surabaya, terdapat 17 orang anggota perguruan Pencak Silat berhasil diamankan. Dua dari mereka berstatus pelajar dan 15 orang lainnya berusia dewasa berstatus pekerja swasta.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pasma Royce mengatakan pengamanan dan penyekatan di batas Kota ini melibatkan 756 personel gabungan. “Polrestabes Surabaya melakukan kegiatan pengamanan dan penyekatan, khususnya di perbatasan Kota Surabaya untuk mengantisipasi konvoi dan arak-arakan dari Gresik dan Sidoarjo karena ada kegiatan penerimaan warga baru (perguruan silat),” ujarnya di Bundaran Cito.
Tak hanya pihaknya, kegiatan penyekatan ini juga melibatkan Brimob, Satsamapta Polda Jatim dan juga keamanan dari perguruan silat untuk bersama melakukan pengaman di Kota Surabaya.
“Khusus hari ini di Cito kita mengamankan beberapa pemuda yang akan mengikuti kegiatan meramaikan kegiatan silat di Sidoarjo. Kami lakukan penindakan dan pembinaan. Kendaraan yang tidak dilengkapi dokumen kami lakukan penilangan,” kata Pasma.
Di lapangan, petugas kepolisian menemukan sejumlah oknum rombongan konvoi diduga dalam pengaruh alkohol. Mereka diamankan dan akan dibina secara khusus. “Dan kami lihat juga di duga ada menggunakan minuman keras. Dan sudah kita tes menggunakan alat tes alkohol dan akan kami lakukan pembinaan secara khusus,” kata Pasma. (Din/RED)





