
Bangkalan, BeritaTKP.com – Lantaran dinilai minim mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan terhadap kondisi infrastruktur jalan, warga dari sejumlah desa yang ada di Kecamatan Socah, yakni Desa Bilaporah, Jaddih, dan Parseh, bersama-sama melakukan perbaikan kerusakan jalan dengan cara patungan.
Dalam dua pekan terakhir, dana yang sudah terkumpul mencapai lebih dari Rp 30 juta. Warga bersepakat, dana hasil patungan itu akan dialokasikan untuk kebutuhan membeli batu, kerikil, pasir, aspal, membayar ongkos tukang, hingga mendatangkan mesin wales.
Perbaikan tambak sulam nantinya akan dilakukan hingga sejauh sekitar 250 meter, dimulai dari jalan Kampung Tegalm, Desa Bilaporah ke arah Desa Jaddih. Nantinya, perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap di titik lainnya.
Tidak hanya warga setempat, para pelintas jalan juga memberikan sumbangsih berupa air mineral, makanan ringan, hingga menaruh uang ke dalam kardus. Hanya dalam waktu setengah hari, uang dalam kardus terkumpul hingga lebih dari Rp 900 ribu. “Ke mana ya pemerintah?,” celetuk Ruba’i, warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah di tengah suara deru mesin wales.
Munculnya pertanyaan Ruba’i itu dikarenakan dalam lima tahun terakhir, perbaikan jalan kabupaten di jalur poros Desa Bilaporah dan Desa Jaddih dilakukan masyarakat dengan cara patungan. Padahal jalan tersebut hanya berjarak 4 kilometer dari Kota Bangkalan.
“Masyarakat rindu akan ‘belaian’ tangan pemerintah terkait kondisi inftrastruktur jalan. Di titik ini (Kampung Tegal), seingat saya sudah dua kali diperbaiki warga dengan cara patungan. Padahal jarak ke Kota Bangkalan dari titik kerusakan ini, sekitar 4 Kilometer,” pungkasnya.
Salah seorang warga Desa Jaddih bernama Faisol mengatakan, perbaikan jalan secara swadaya bukan kali pertama dilakukan. Warga setempat sempat melakukannya pada pertengahan November 2017 silam. “Warga melakukan perbaikan secara swadaya karena ada korban jatuh di jalan ini. Setelah itu, juga berulang kali diperbaiki lagi karena memang tidak ada bantuan,” ujar Faisol, Minggu (16/7/2023) kemarin.
Warga lain dari Desa Parseh, Kecamatan Socah, yakni halili mengatakan, bukan hanya kondisi infrastruktur jalan penghubung antar desa yang rusak tapi juga lintas kecamatan. Kerusakan parah beberapa titik ruas jalan juga ada di Desa Parseh dan Sanggra Agung Kecamatan Socah hingga Sendang Dajah Kecamatan Labang.
“Untuk menuju akses Jembatan Suramadu, warga harus menempuh waktu lebih lama karena ada beberapa titik jalan rusak parah. Arus pengiriman logistik kebutuhan masyarakat juga terhambat, upaya percepatan ekonomi juga tersendat,” ketus Halili.
Ia mengapresiasi langkah warga yang kompak untuk melakukan perbaikan jalan dengan cara patungan tanpa menunggu anggaran dari pemerintah. Hal serupa dalam waktu dekat juga akan dilakukan untuk perbaikan jalan di Desa Parseh.
Sementara Kepala Desa Bilaporah, Moh Yunus membenarkan adanya perbaikan jalan secara swadaya oleh warga sekitar karena anggaran dari pemerintah belum juga turun dalam beberapa tahun terakhir.
“Dalam setahun ini sudah dua kali perbaikan jalan secara swadaya. Warga patungan karena selain sebagai jalur poros penghubung beberapa desa dan kegiatan ekonomi, jalan ini merupakan akses utama para siswa ke sekolah,” singkat Yunus. (Din/RED)





