
Pamekasan, BeritaTKP.com – Penyebab mengapa aliran air sungai di Pamekasan yang berhulu dari Waduk Klampar berubah warna menjadi merah darah, akhirnya terungkap. Setelah ditelusuri, ternyata penyebab warna merah tersebut dikarenakan limbah pewarna batik yang diduga sengaja dibuang ke waduk.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pamekasan Suprianto menyebutkan bahwa tim gabungan terdiri dari DLH, Kecamatan Kota, Polisi, Kodim 0826, Koramil Proppo, Dinas PUPR, dan BPBD telah melakukan penelusuran hingga ke hulu sungai.
Setibanya di Waduk Klampar, mereka menjumpai kemasan pewarna batik yang diduga sengaja dibakar di tepi waduk. Bahkan ada sebagian kemasan yang dibuang ke dalam waduk tersebut. Petugas lantas mengambil bukti kemasan itu termasuk mengambil sampel uji air untuk dibawa ke lab.
Supriyanto menghimbau keoada masyarakat yang tinggal di sekitar aliran air sungai yang tercemar untuk tidak memanfaatkan air itu untuk sementara waktu. Baik beraktivitas di sekitarnya maupun mengonsumsinya. “Jadi untuk saat ini masyarakat diminta untuk sementara tidak memanfaatkan air sungai yang sedang tercemar,” kata Supriyanto.
Supriayanto mengaku sudah berkoordinasi dengan kepala Desa Klampar untuk mengingatkan agar perajin batik di sekitar lokasi agar tidak membuang limbah pewarna batik ke sungai.
“Akibat pewarna batik itu air sungai berubah menjadi merah mulai dari Sungai Klampar atau Sungai Lembung Bunter hingga bermuara di sungai Semajid wilayah kota Pamekasan,” katanya. (Din/RED)





