
Kediri, BeritaTKP.com – Potongan fakta terkait penemuan mayat perempuan bernama Desy Lailatul Khoiriyah, warga asal Desa Banggle, Ngadiluwih, yang ditemukan di pematang sawah pinggir jalan Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, sedikit demi sedikit mulai terungkap.
Mulai dari identitas bahkan hasil autopsi yang menyatakan korban tidak benar-benar tewas saat dikurung dalam karung. Polisi kini mengungkap kronologi hilangnya korban lewat pernyataan ibu kandung korban, Sulastri.
Kronologi hilangnya korban bermula pada Rabu (5/7/2023), dimana saat itu Suprapto, ayah korban datang ke rumah dan mengantar Sulastri, istrinya ke Blitar. Usai mengatarkan, Supraptoo lalu kembali lagi ke Ngadiluwih.
Meski suami istri, diketahui keduanya ini tidak tinggal serumah. Sebab, selama ini Suprapto lebih banyak berdomisili di rumah keluarganya yang ada di Blitar. Suprapto hanya sesekali saja mampir ke rumah istrinya di Ngadiluwih. Di rumah Ngadiluwih ini, istrinya tinggal dengan bapaknya, Maryono (75) dan anaknya, Desy.
Sehari setelah mengantarkan Sulastri ke Blitar, Suprapto kemudian menjemput Sulastri. Namun setibanya di rumah Ngadiluwih, Sulastri tidak menemukan keberadaan putrinya, Desy. Ia lantas bertanya kapada Suprapto pada Kamis (6/7/2023) pagi lalu.
Mendapat pertanyaan ini, Suprapto kemudian menjawab bahwa Desy pergi ke Lamongan untuk mencari pekerjaan. Sulastri pun tak curiga dengan jawaban Suprapto karena selama ini, Desy bekerja di sebuah tempat fotokopi yang ada di desa setempat. “Katanya mencarikan pekerjaan di Lamongan,” kata Sulastri, Minggu (9/7/2023) kemarin.
Pada kamis pagi itu juga, Suprapto kemudian mengemasi baju-baju milik Desy. Suprapto beralasan baju-baju ini diminta Desy untuk dikirim ke Lamongan. Namun sejak saat itu, Suprapto hilang hingga kini. Sedangkan Dessy ditemukan tewas dalam kondisi terbungkus karung pada Kamis siang.
Bahrodin, selaku paman Desy menyebut jika sebelum ditemukan keponakannya ditemukan tewas, sehari sebelumnya yakni pada Rabu (5/7/2023) malam, dirinya sempat mendengar jeritan korban dari dalam rumah Sulastri. Kebetulan rumahnya dan korban berdampingan. Saat itu, ia mengira Desy bersama ibunya.
Saat mendengar jeritan itu, ia dan Maryono (75), kakek korban, hendak pergi ke pengajian. “Sewaktu saya mau berangkat pengajian, mendengar suara jeritan. Saya pikir korban sedang bersama ibunya. Ternyata, ibunya tidak ada di rumah. Ibunya sedang di Blitar,” beber Bahrodin, Minggu (9/7/2023).
Sepulang dari pengajian, Maryono mengaku tidak mendapati cucunya berada di dalam rumah. Namun dari situ ia masih belum curiga. Kakek dan ibu korban baru menyadari Desy hilang keesokan harinya atau Kamis pagi.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha mengatakan kasus penemuan mayat dalam karung ini masih dalam proses penyelidikan. Sedangkan untuk pelaku juga masih dicari.
Ia juga mengimbau warga dan pihak lain agar tidak berasumsi dan berpendapat tanpa bukti dan fakta. “Saya harap pihak warga, warganet dan masyarakat jangan berpendapat dan berasumsi liar terkait kasus ini, biarkan anggota bekerja mencari fakta, bukti dan keterangan saksi agar segera mengungkap kasus ini,” kata Rizkika. (Din/RED)





