
Jakarta, BeritaTKP.com – Sebuah rumah yang diduga menjadi praktik aborsi ilegal berada di Kemayoran, Jakarta Pusat, digerebek oleh pihak kepolisian.
“Iya betul,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin, Rabu (28/6/2023). Dia menjawab soal penggerebekan yang dilakukan kepolisian dirumah tersebut.
Ketua RT 04 Jalan Mirah Delima, Usman, ditemui di lokasi mengatakan pemilik rumah tidak pernah melaporkan diri bahwa rumah tersebut dikontrakkan kepada seseorang. Saat dilakukan pengecekan kondisi rumah dalam keadaan kosong tidak ada penghuni satupun.
“Kemudian saya minta nomor teleponnya, saya telepon, pemilik kontrakan ini nggak ngasih, saya minta KTP, KK nggak ngasih. Sampai saat ini tidak pernah lapor identitas diri, belum pernah ketemu, hanya by telepon saja,” kata Usman.
Usman mengatakan dirinya terus mencoba untuk menghubungi pengontrak tersebut hampir dua bulan. Namun pemilik rumah tidak pernah memberitahu informasi data diri si pengontrak dengan alasan privasi dan beragam lainnya.
“Dia baru pindah kita nggak tahu nggak ada yang laki-laki, perempuan semua yang pastinya ada tiga orang perempuan, tapi yang lain mungkin tamunya. Kadang ada 4 orang 5 orang perempuan datang pakai mobil langsung masuk ke dalam. Jadi mereka nggak bersosialisasi nggak bergaul,” ungkapnya.
Usman mengatakan warga sekitar rumah tersebut juga tidak mengetahui aktivitas pengontrak tersebut di dalam rumah. Warga pun menganggap rumah itu berisikan para tenaga kerja wanita.
“Memang dalam waktu dekat ini kami curiga karena aktivitasnya kayak ngumpet-ngumpet gitu. Jadi datang pergi datang pergi, cuman pikiran kita di sini sebagai TKW,” ujarnya.
Usman baru mengetahui rumah tersebut adalah tempat praktik aborsi saat adanya penangkapan. Menurutnya, ada 8 orang tersangka terdiri dari 3 pelaku, 4 pengeksekusi, dan 1 driver.
“Pas ditangkap ada satu aborsi, yg ke 2 udah keburu digrebek polisi di tempat kamar itu ada alat aborsi, kayak vakum gitu sama kayak lampu buat nyorot. Ada beberapa obat, kita tahu ada bercak darah ada kasur seprei, setelah ditanya polisi di buang di kamar mandi dimasukin kloset,” ungkapnya. (red)





