Pasuruan, BeritaTKP.com – Penyakit infeksi Lumpy Skin Desease (LSD) atau yang biasa dikenal dengan sebutan penyakit lato-lato mulai menyerang hewan ternak di beberapa wilayah Kabupaten Pasuruan.
Bersadarkan data dari Bidang Kesehatan Hewas Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, saat ini sudah ada 1 ekor sapi milik peternak sekitar yang mati akibat penyakit tersebut. Parahnya lagi, juga ditemukan sebanyak 68 ekor sapi yang katanya telah terjangkit LSD.

Dari data tersebut, ditemukan 20 kasus sama di Kecamatan Gempol, 17 kasus di Kecamatan Sukorejo, 10 kasus di Kecamatan Beji, dan 4 kasus di Kecamatan Bangil. “Iya benar per Selasa (23/5/2023) kemarin kami telah mendata dan menemukan beberapa hewan terkena penyakit. Total ada 69 ekor ternak yang terkena penyakit,” jelas Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiyah.
Terkait temuan kasus itu, Ketua Komis II DPRD Kabupaten Pasuruan, Fauzi, akan memanggil dinas peternakan untuk membahas formulasi penanganan penyakit LSD di Kabupatem Pasuruan. “Akan kita rencanakan pemanggilan setelah kunjungan kerja ke Batam. Mumpung korban sapi yang terifeksi LSD belum meluas,” terang Fauzi yang merupakan politisi Partai Gerindra.
Fauzi mengatakan, bahwa untuk menangani wabah LSD ini harus dilakukan secara sistematis untuk menutup pasar hewan. “Saya rasa untuk saat ini tidak perlu penutupan pasar hewan. Sebab pedagang di pasar tidak ada yang mengeluh dan peternak sapi rumahan saya rasa belum ada yang terdampak. Yang utama adalah, harus ada langkah nyata untuk mengatasi hal tersebut,” tandasnya. (Din/RED)





