Blitar, BeritaTKP.com – Seorang bocah berinisial M-R (14), dilaporkan tenggelam di kolam renang umum Gayatri. Siswa SMP Negeri 3 Doko, Kabupaten Blitar tersebut dinyatakan meninggal dunia usai tenggelam.
Korban ditemukan tenggelam di dasar kolam renang umum yang ada di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, oleh rekan-rekannya. Sebelumnya, korban sempat dievakuasi dan mendapatkan pertolongan pertama namun nyawa korban tak tertolong.
Kapolsek Gandusari, AKP Heru Susanto membenarkan peristiwa tersebut. “Iya memang ada peristiwa siswa SMP tenggelam di kolam renang umum Gayatri Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar,” katanya, Selasa (14/3/2023).

Peristiwa itu bermula ketika korban berenang bersama dengan 13 temannya yang ada di kolam renang umum Gayatri. Saat itu, korban diajak oleh rekan-rekannya berenang di kolan kedua dengan kedalaman sekitar 1,40 meter atau 140 centimeter.
Awalnya korban menolak ajakan temna-temannya dan beralasan mau berenang bersama lantaran memiliki penyakit kulit. Korban akhirnya memilih berenang sendirian di kolan ketiga dengan kedalaman sekitar 1,80 meter.
Teman-teman sekolah korban pun tidak menaruh kekhawatiran apapun. Mereka akhirnya berenang secara terpisah. Usai berenang, teman-teman korban berinisiatif memanggil “M-R”. Namun, betapa terkejutnya saat teman-teman korban menengok ke kolam ketiga dan mendapati ternyata “M-R” sudah tenggelam di dasar kolam.
Korban pun langsung diangkat oleh teman-temannya ke tepi kolam. Pihak pengelola juga langsung melarikan “M-R” ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi namun nyawa korban tidak tertolong.
“Jadi saat dilihat korban sudah tenggelam di dasar kolam dan ditolong oleh rekan-rekannya yang selanjutnya dibawa ke rumah sakit ngudi Waluyo namun nahas korban tidak dapat diselamatkan,” jelasnya.
Diketahui, kolam renang umum Gayatri sendiri memiliki tiga kolam dengan variasi kedalaman yang berbeda-beda. Kolam renang pertama memiliki kedalaman sekitar 60 cm, kolan renang kedua memiliki kedalaman 1,40 meter. Untuk kolan yang ketiga memiliki kedalaman 1,80 meter.
Pada saat korban berenang di kolam ketiga, kondisi air juga sedang penuh. Sementara itu, korban memiliki riwayat epilepsi. Sehingga dugaan kuat penyakitnya kambuh saat berenang. Akibatnya korban tenggelam hingga tidak bisa diselamatkan. “Korban memang memiliki riwayat sakit epilepsi dan hingga korban meninggal memang dalam proses perawatan pengobatan rawat jalan di dokter saraf,” katanya.
Menurut keterangan orang tua korban, korban awalnya berpamitan untuk melakukan kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Namun, korban tidak menyebutkan hendak berenang bersama teman-temannya.
Besar dugaan alasan tersebut agar korban dan rekan-rekannya diizinkan oleh orang tuanya untuk berenang di kolam renang yang lokasinya cukup jauh. “Jadi korban berpamitan untuk mengikuti ekstrakurikuler sekolah tapi tidak menyebutkan kalau mau berenang pungkasnya,” pungkasnya.
Kasus ini pun kini masih diselidiki oleh pihak Polsek Gandusari sementara Jenazah korban kini telah diberikan ke pihak keluarga untuk dikebumikan. (Din/RED)





