Blitar, BeritaTKP.com – Polres Blitar berhasil ungkap penyebab atau motif dari kasus pembacokan bocah SD terhadap teman ngajinya. Ternyata alasan peristiwa berdarah tersebut dipicu oleh korban yang membuat pelaku marah sebab mengolok-olok nama ayah pelaku saat sedang bermain bola.

Guna lebih memperdalam penyelidikan, Polres Blitar memeriksa sejumlah saksi yang bersangkutan dalam peristiwa tersebut. Termasuk korban, saksi lain, maupun terlapor atau terduga pelaku.

Kasatreskrim Polres Blitar AKP Tika Pusvita Sari membenarkan hal itu. Tika menyebut pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi. Terlapor atau terduga pelaku yang masih berusia 14 tahun juga sudah dimintai keterangan.

Awal mula peristiwa tersebut terjadi, korban pada saat itu mengolok-olok pelaku dengan menyebut nama ayah pelaku secara berulang-ulang. Pelaku pun emosi dan mengambil sebuah sabit yang ada di dapur rumah salah satu warga. Jarak dapur rumah tersebut dengan lokasi korban bermain bola sekitar 10 meter.

Kemudian, pelaku langsung membacok korban sebanyak satu kali, dari arah belakang dan berhasil mengenai tangan kanan korban. Terduga pelaku berkata kepada korban, “ndang engko lek mbok baleni maneh tak anu (Cepet kalau ngomong gitu lagi tak pukul)”. Korban yang ketakutan langsung menjauh dan berlari meminta tolong.

Sedangkan terduga pelaku sempat mengembalikan sabit di teras rumah warga. Selanjutnya, terduga pelaku sempat kembali ke tempat mengaji dan menangis di bangkunya.

Menurut Tika, peristiwa itu terjadi secara spontan karena terduga pelaku emosi diolok-olok korban. Atas perbuatannya, terduga pelaku juga tidak ada yang menyuruh. Pihaknya akan memeriksa lebih lanjut.

Terkait proses hukum lebih lanjut, Tika menegaskan hal itu masih menunggu hasil visum dari rumah sakit. Setelah itu, pihaknya akan melakukan gelar perkara. “Masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit, kalau sudah ada akan kami lakukan gelar perkara. Yang jelas tetap kami proses,” pungkasnya. (Din/RED)