Trenggalek, BeritaTKP.com – Puluhan warga Dusun Weru, Desa Joho, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, terkena musibah dampak dari tanah gerak yang terjadi sejak Rabu (15/2/2023) lalu. Bencana ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama dua hari berturut-turut.
Komandan Koramil Pule Lettu Inf Mochammad Anwar Idris mengatakan area yang terkena dampak tanah gerak itu mencapai lima hektare. Terdiri dari pekarangan dan pemukiman penduduk. “Yang terdampak ada 7 rumah, sedangkan jumlah penghuninya sebanyak 30 jiwa,” M Anwar Idris.

Salah seorang warga bernama Santi mengaku, pada saat itu ia tengah memasak. Dirinya dikejutkan dengan suara gemertak dari konstruksi kayu rumah. Tak lama kemudian tanah dan dinding rumahnya mulai mengalami retakan.
“Saat kejadian itu Marni suami Bu Santi yang kebetulan sedang di luar rumah langsung masuk dan menarik istrinya keluar dari rumah demi menyelamatkan diri,” ujarnya.
Tak hanya rumah Marni, beberapa rumah penduduk lain mengalami kerusakan akibat tanah gerak. Lantai dan dinding rumah retak secara sporadis. Dari kejadian itu ada 3 kepala keluarga (KK) yang harus mengungsi ke rumah warga lain yang lebih aman.
“Karena kondisinya mengkhawatirkan dan keluarga tidak berani menempati. Bahkan jalan kampung juga mengalami retak-retak,” jelasnya.
Selain merusak rumah penduduk bencana tanah gerak juga mengakibatkan kerusakan sejumlah jaringan listrik di permukiman itu.
Kepala BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengatakan, bencana tanah gerak ini diduga disebabkan intrensitas hujan tinggi dalam dua hari terakhir.
Luasan yang terdampak bencana ini mencapai 5 hektar dan berada di kawasan pemukiman warga. 30 warga dari 7 kepala keluarga (KK) terdampak bencana tersebut. “Kawasan yang terdampak tanah gerak mencapai 5 hektare, yang berada di pemukiman warga,” ujar Triadi, Kamis (16/2/2023).
Sementara itu, tiga warga yang diungsikan, rata-rata sudah lanjut usia. Sedangkan sisanya masih bertahan di rumah mereka. Bencana tanah gerak ini menyebabkan retakan di lantai dan dinding rumah warga. Bahkan retakan juga terjadi di akses jalan warga.
BPBD Trenggalek serta perangkat desa setempat telah mendatangi rumah warga yang terdampak. Warga dihimbau tetap waspada saat hujan deras terjadi. Mereka juga diminta untuk segera mengungsi jika merasa tidak aman. “Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya retakan kembali,” pungkas Triadi. (Din/RED)





