Banyuwangi, BeritaTKP.com – Penampakan Macan Tutul (Panthera Pardus) terekam kamera wisatawan air terjun Telunjuk Raung. Kepolisian dan BKSDA Jatim yang merespon adanya temuan macan di Desa Sumberarum, Songgon, Banyuwangi tersebut langsung melakukan patroli dan menghimbau kepada warga untuk tetap tenang.

Sementara itu, Kapolsek Songgon AKP Eko Darmawan mengatakan pihaknya juga sudah melakukan patroli ke lokasi temuan macan tutul tersebut. “Kita lakukan pengecekan terhadap laporan warga. Kita sudah ke lokasi,” ujar Eko, Senin (2/12/2023) kemarin.

Eko mengaku bersama dengan tim dari BKSDA Banyuwangi melakukan pengamatan dan pemantauan di lokasi temuan macan tutul yang ada di rekaman video berdurasi 19 detik itu. “Memang saat ini tertangkap kamera. Kemarin itu memang ada laporan. Total ada 5 laporan,” pungkasnya.

Sementara itu, seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi telah mengirim tim untuk menindaklanjuti temuan warga tersebut. “Kami masih menggali informasi detail di lapangan,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi Purwantono.

Di lapangan, Tim dari BKSDA masin melaukan pencocokan lokasi terhadap rekaman yang beredar. Hasilnya, mereka menemukan identifikasi kecocokan kondisi alam yang ada di dalam video dan di lapangan.

Jika menilik pada video yang beredar, Purwantono memastikan bahwa binatang yang terekam adalah macan tutul. “Macan tutul memang pemanjat dahan pohon,” lanjut dia.

Jika temuan itu benar, pihaknya akan menelusuri habitat macan tutul tersebut. “Apakah macan tutulnya memang tinggal di sana, atau apakah hanya singgah, kami masih akan memastikannya,” sambung Purwantono.

Jika lokasi penemuan macam tutul tersebut bukanlah habitat milik binatang dilindungi itu, pihak BKSDA akan mengupayakan evakuasi. Proses evakuasi nantinya akan dilakukan dengan dua cara, yakni penghalauan dan pembiusan. Hal ini dilakukan supaya masyarakat sekitar tidak menjadi resah.

Dugaan sementara, macan tutul itu berasal dari daerah di Gunung Raung. Hal itu karena lokasi penemuan macan tutul berada di lereng gunung tersebut.

Purwantono menjelaskan, macan tutul adalah satwa dilindungi Undang-Undang. Pihaknya mengimbau agar masyarakat tak mendekat ke lokasi penemuannya, karean dikhawatirkan nanti macan tutul bisa panik dan buruknya akan menerkam orang. “Dia berbahaya dan bisa menyerang saat dalam kondisi terpaksa,” tutur dia.

Di luar taman nasional, temuan macan tutul yang terekam kamera baru kali ini terjadi di Banyuwangi. “Selama ini hanya informasi dari masyarakat saja, yang mengaku pernah melihat, tapi tidak ada buktinya,” ucapnya.

Diketahui, hewan buas bernama latin Panthera Pardus tersebut muncul di daerah sekitar tempat wisata air terjun pada Sabtu (31/12/2022) tengah malam dan membuat geger warga Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.

Awalnya, petugas pengelola tempat wisata dan 150an wisatawan yang berkemah di sana dikagetkan dengan suara bising sekelompok monyet di belakang kantin.

“Itu sekitar pukul 22.00 WIB. Kemudian petugas wisata mengecek ke sumber suara. Setelah dicek, ternyata ada seekor macan tutul yang sedang memakan seekor monyet,” kata Kepala Desa Sumberarum Ali Nur Fatoni, Senin (2/1/2023) kemarin.

Ia melanjutkan, petugas penjaga tempat wisata kemudian mengabadikan momen dengan cara merekamnya menggunakan telepon genggam. (Din/RED)