Malang, BeritaTKP.com – Buntut kasus Tragedi Kanjuruhan, Polres Malang memastikan beberapa kesiapan pelaksanaan autopsi ekshumasi terhadap korban tragedi kanjuruhan. Bahkan pihak kepolisian telah menyiapkan sebanyak 250 personelnya untuk melakukan pengamanan. Hari ekshumasi yang dilakukan terhadap dua korban yang berasal dari Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak akan digelar pada Sabtu (5/11/2022) besok.

“Ada dua fokus pengamanan saat pelaksanaan autopsi ekshumasi nanti. Pertama, fokus memberi pelayanan bagi keluarga korban atau pemohon,” kata Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, Kamis (3/11/2022) kemarin.

Ratusan personel polisi yang ditugaskan untuk melakukan pengamanan yaitu untuk mengamnkan tim dokter supaya melaksanakan tugasnya bersama dengan penyidik Polda Jatim dengan aman dan lancar.

Pengamanan nanti, beber Kholis, seperti layaknya pengamanan kegiatan pada umumnya. Ada penjagaan dan pengaturan yang sudah tersusun. Hal ini dilakukan supaya pihak keluarga korban, penyidik, dokter, pengawas atau warga hingga Aremania yang ingin melihat tidak sampai menganggu proses autopsi ekshumasi.

Selain petugas dari Polres Malang, personel Polda Jatim, Kodim 0818 wilayah Malang-Batu, Satpol PP serta Linmas dan perangkat desa setempat juga dilibatkan.

Adapun teknis autopsi digelar, pihaknya belum mengetahui secara pasti karena tergantung kondisi cuaca. “Bila cuaca mendukung autopsi ekshumasi akan dilakukan di tempat. Sekarang semua peralatan, sarana prasarana dan pelayanan khusus yang dibutuhkan, sudah kami siapkan. Kami selalu cek dan ricek untuk memastikan alat atau perlengkapan yang dibutuhkan tim di lokasi,” ungkapnya.

Jasad korban yang nantinya akan di autopsi ekshumasi nantinya adalah milik kakak beradik atas nama Natasya Debi Ramadani (16) dan Naila Debi Anggraini (13) yang menjadi korban Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu.

Autopsi ekshumasi kedua korban ini atas permintaan sang ayah, yakni Devi Athok, warga Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. (Din/RED)