Malang, BeritaTKP.com – Sebuah granat ditemukan oleh pasangan suami istri (Pasutri) di saluran irigasi sawah yang ada di Dusun Ngambon, Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada Jum’at (28/10/2022) lalu.

Pasutri yang bekerja sehari-hari sebagai petani ini, menemukan bahan peledak (Handak) yang diduga granat saat hendak mencuci hasil panen.

Pasutri yang menemukan granat tersebut bernama Baini (62) dan Slamet (64) warga Dusun Karangjuwet, Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

“Penemuan benda berupa handak ini, ditemukan oleh para petani saat mencuci ketela di saluran irigasi area persawahan,” kata Kasi Humas Polres Malang, IPTU Ahmad Taufik, Senin (31/10/2022) kemarin malam.

Penemuan granat tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh seorang pedagang yang bernama Nanang (64), warga Dusun Ngambon, Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. “Saat dilaporkan kepada petugas, handak tersebut sudah berada di belakang warung kopi milik Bapak Nanang,” imbuh Taufik.

Ceritanya, Jumat (28/10/2022) pagi Baini dan Slamet pergi ke sawah untuk bercocok tanam. Namun saat hendak mencuci hasil panen ketela, tepatnya pada pukul 10.00 WIB. Pasutri tersebut menemukan granat yang tergeletak di saluran irigasi area persawahan.

“Semula yang menemukan granat adalah saudari Baini. Selanjutnya penemuan benda berupa handak tersebut kemudian diserahkan kepada suaminya, yaitu Slamet,” terang Taufik.

Hingga akhirnya, benda yang sempat diduga granat tersebut diletakkan oleh Slamet di belakang warung kopi milik Nanang. Khawatir jika terjadi hal yang tidak diinginkan, penemuan handak tersebut akhirnya dilaporkan kepada anggota kepolisian pada Senin (31/10/2022) kemarin.

Mendapat laporan, petugas kepolisian dari Polsek Karangploso langsung memasang garis polisi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Setelah mengamankan lokasi penemuan benda berupa handak, Polsek Karangploso kemudian berkoordinasi dengan Polres Malang dan tim Brimob,” imbuh Taufik.

Tidak lama setelah itu, tim gabungan dari Polres Malang dan Gegana Sat Brimob Jawa Timur (Jatim) serta anggota TNI, mendatangi lokasi penemuan granat pada Senin (31/10/2022) kemarin. “Tadi sore tim gabungan yang tiba di lokasi penemuan telah melakukan evakuasi dan prosesi disposal (pemusnahan) di area persawahan,” ungkap Taufik.

Setelah dimusnahkan, tim gabungan kemudian melakukan pengecekan guna memastikan handak berjenis granat tersebut benar-benar sudah aman. “Dari hasil pengecekan dan penelitian setelah dilakukan disposal, diketahui jenis handak merupakan bom militer granat fragmentasi. Saat ini bom militer telah terdisposal dengan sempurna,” tukasnya. (Din/RED)