Gresik, BeritaTKP.com – Perbaikan Jembatan Kacangan di Dusun Kacangan, Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik yang sempat ambruk lalu, kini mulai dipercepat. Percepatan ini dilakukan sebab jembatan antar desa tersebut merupakan jalur aktifitas bagi warga dan pengerjaannya saja saat ini baru mencapai 7 persen.

Project Manager PT Bangun Mulya Tan Abadi, Barnenz Rizky selaku kontraktor pelaksana pembangunan Jembatan Kacangan menuturkan, sesuai dengan site plan, pengerjaan jembatan tersebut selesai sebelum akhir 2022.

“Kami optimis pengerjaannya selesai sebelum akhir tahun ini, dan sekarang baru proses menata pondasi, belum ke tiang pancang,” tuturnya, Rabu (3/8/2022).

Pihak PT Bangun Mulya Tan Abadi sebelumnya ditarget oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Gresik untuk menyelesaikan Jembatan Kaacangan selama 4 bulan. Namun, target itu dianggap cukup berat lantaran menunggu datangnya baja dan beton yang membutuhkan waktu cukup lama. Apalagi pengerjaan jembatan tersebut areanya memutar.

Nantinya struktur pada jembatan yang akan dibangun tersebut akan memiliki ketahanan waktu selama 20 tahun. Ini dikarenakan tiang penyangga jembatan berbeda dengan bagunan yang lama.

Saat ditanya nilai kontrak lelang pengerjaan Jembatan Kacangan. Dikatakan Barnenz, nilai projek ini mencapai Rp13,5 miliar. Anggaran tersebut sangat cukup untuk membangun jembatan yang ambruk akibat erosi.

“Kami memulai pengerjaan proyek bulan Juni 2022, dan optimis bisa selesai sesuai plan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Achmad Hadi mengatakan, ada tahap demi tahap yang harus dijalani dalam pengerjaan jembatan tersebut. Tahap awal, bulan ini pembongkaran jembatan, kemudian pemasangan tiang pancang pada 38 titik.

“Setelah itu bulan berikutnya pengerjaan pembesian, serta beton abutmen dan pilar. Bulan September hingga Oktober pengerjaan erection rangka baja, dan pembesian plat lantai kendaraan. Selanjutnya, bulan November pengecoran pelat lantai kendaraan dan urugan oprint jembatan. Bulan Desember pengerjaan marka jalan ditambah pengecatan,” katanya.

Tak berjalan mulus, ada beberapa kendala yang dialami saat pengerjaan jembatan, salah satuya adalah faktor cuaca yang kerap kali hujan.

“Saat musim hujan tiba menyebabkan mobilitas alat berat abutmen ke pilar pertama kurang efektif serta air banjir yang terlalu tinggi menghambat proses pengecoran,” pungkasnya.

Sejumlah pekerja proyek kini melakukan langkah pengelasan pada plat baja yang akan dipakai untuk pondosai jembatan, dengan dibantu satu unit alat berat. Mereka akan bekerja secara bergantian karena target pengerjaan harus selesai dalam waktu 6 bulan kedepan. (Din/RED)