Lamongan, BeritaTKP.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lamongan rekrut 3 pegawai honorer baru untuk mengisi tempat sopir, tenaga kebersihan, dan penjaga malam. Padahal saat ini pemerintah pusat menetapkan kebijakan penghapusan pegawai honorer.
Ketiga pegawai yang baru direkrut yakni Ngatemen (petugas kebersihan), Agung Priyanto (sopir), dan Ali Babah (penjaga malam), tersebut diketahui memiliki hubungan keluarga dengan kepala Dispora. Dan lebih mengejutkan lagi, tenaga kontrak harus membayar sejumlah uang hingga puluhan juta rupiah.
“Kalau informasi yang saya dapat sih, mereka membayar sekitar Rp 25 juta atau Rp 40 juta gitu. Cuma pastinya saya tidak tahu berapa, karena saya hanya dengar-dengar,” ungkap sumber, Selasa (2/8/2022) kemarin.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Dispora Lamongan Kandam membenarkan adanya tiga pegawai honorer baru tersebut di wilayahnya. Dia mengaku perekrutan tersebut sudah mendapat persetujuan dari Bupati Lamongan yakni Yuhronur Efendi, mengingat posisi tersbeut salah satu kebutuhan utama dan harus ada di kantor.
“Penjaga malam kan memang karena kita butuh penjaga malam. Harus kita masukkan dan sudah ada persetujuan Pak Bupati. Kalau sopir sudah lama karena itu komponen utama dari kantor,” kata manta kepala Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan tersebut.
Terkait status kepegawaiannya, Kandam menjelaskan bahwa mereka pegawai honorer daerah. “Ya honorer daerah. SK (surat keputusan) kepala dinas,” tambahnya.
Ditanya terkait isu honorer yang masuk harus membayar puluhan juta, Kandam membantah dengan tegas. “Enggak-enggak-enggak sopo seng ngomong (siapa yang bilang). Kita nggak ada minta-minta seperti itu,” ujarnya. (Din/RED)






