Malang, BeritaTKP.com – Gerombolan mahasiswa yang mengaku sebagi mahasiswa UIN Maliki Malang menggelar demo di depan gedung rektorat. Demo tersebut mendesak pihak kampus agar mempertimbangkan terkait pembebanan biaya Uang Kuliah Tunggah (UKT) kepada para mahasiwa.

“Demo itu dilakukan atas nama aliansi mahasiswa UIN Malang. Gerakan ini atas aliansi seluruh mahasiswa UIN Malang jadi yang menghadiri teman-teman dari seluruh mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang terdiri dari beberapa lembaga organisasi intra, dan perwakilan dari fakultas maupun jurusan,” terang Ainur Rahman koordinator aksi saat dimintai keterangan, Senin (25/07/2022) kemarin.

Mamang, mengaku jika demo tadi merupakan aksi damai, dan berjalan sesuai rencana. “Demonya tadi dalam bentuk aksi damai di mana kita melakukan teatrikal sekaligus orasi dengan damai sebagai mahasiswa sudah belajar terkait tentang bagaimana teknis aksi, rentetan aksi, kita tidak perlu anarkis, tapi poin-poin tuntutan atau teman-teman itu disampaikan,” paparnya.

Ada 8 tuntutan yang dilayangkan mahasiswa, kata Mamang. Namun salah satu poin yang paling mendesak soal perpanjangan masa tenggat pembayaran UKT. “Ada satu poin yang sangat kami desak agar kampus mengeluarkan kebijakan yaitu tentang perpanjangan masa waktu pembayaran UKT, yang awalnya sampai tanggal 28 Juli itu, kami mendesak agar diperpanjang sampai tanggal 15 Agustus. Kami beri batas agar surat itu segera dilayangkan dengan tenggang waktu 2 x 24 jam dari sekarang. Artinya, paling lambat pada tanggal 27 Juli,” ujarnya.

Mamang mengaku soal jawaban dari tuntutan itu sudah mendapat jawaban dari Kepala Biro AUK yang menjadi kepanjangan tangan dari Wakil Rektor bagian Keuangan ataupun WR 2. Namun pihaknya masih belum puas karena tidak dihadiri langsung oleh Rektor maupun jajaran Wakil Rektor.

“Terkait tentang semua 8 tuntutan mereka minta agar diberi waktu untuk rapat pimpinan. Sebenarnya kita sudah memberikan waktu di awal pada hari selasa pekan lalu setelah diskusi publik. Setelah itu kita meminta audiensi secara damai pada hari Jumat tetapi nyatanya pada hari Jumat mereka tidak mendatangi kita,” ungkapnya.

Setelah itu, kata Mamang, akhirnya aliansi mahasiswa UIN Maliki Malang menggelar aksi pada hari Senin. “Tadi mereka minta rapat pimpinan terlebih dahulu sebelum menanggapi 8 tuntutan ini, tetapi kami bersepakat di sini yang pertama terkait ditekan soal perpanjangan masa pembayaran UKT,” tambahnya.

Dia juga menegaskan jika nanti pada tanggal 27 Juli tidak ada surat edaran terkait tentang perpanjangan dan tidak ada informasi tentang keterlibatan seluruh mahasiswa di rapat pimpinan maka akan ada aksi lanjutan. “Akan ada aksi susulan dengan massa yang lebih banyak yang sekiranya bisa memancing para birokrat atasan kampus untuk menemui kita secara langsung,” tegasnya. (Din/RED)