Bangkalan, BeritaTKP.com – Puluhan siswa SMAN 1 Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 84 siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (4/6/2026). Para siswa mulai merasakan gejala tidak lama setelah menyantap makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kokop.
Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika, membenarkan adanya kejadian tersebut. Berdasarkan data yang diterima pihaknya, seluruh siswa yang mengalami keluhan kesehatan sempat menjalani pemeriksaan dan perawatan di fasilitas kesehatan setempat.
“Dari total 84 siswa yang mendapatkan penanganan medis, sebagian besar sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. Hingga Jumat pagi, masih terdapat 12 siswa yang menjalani perawatan dan observasi lebih lanjut,” ujarnya.
Menu MBG yang dikonsumsi para siswa saat kejadian terdiri dari nasi putih, sate, tempe goreng, acar, dan buah semangka. Berdasarkan laporan tenaga kesehatan, gejala yang dialami para siswa muncul relatif cepat setelah makanan dikonsumsi.
Keluhan yang paling banyak dirasakan meliputi mual, pusing, rasa ingin muntah, hingga kondisi tubuh yang melemah. Gejala tersebut dilaporkan muncul sekitar satu jam setelah para siswa menyantap makanan yang disediakan.
Petugas kesehatan segera melakukan penanganan terhadap para siswa yang mengalami gejala serupa guna mencegah kondisi yang lebih serius. Sementara itu, pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut program pemenuhan gizi bagi pelajar. Evaluasi terhadap proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan diperkirakan akan dilakukan guna memastikan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat program MBG.
Hingga saat ini, kondisi para siswa yang terdampak terus dipantau dan sebagian besar dilaporkan berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan medis.(æ/red)





