Banyuwangi, BeritaTKP.com – Sebanyak 67 ekor anjing dan 10 ekor kucing yang ada di Kabupaten Banyuwangi telah diberikan vaksin rabies oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi penularan virus rabies dari hewan peliharaan ke manusia.

Menurut Kementrian Kesehatan, rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Infeksi ini ditularkan oleh hewan yang terinfeksi penyakit rabies. Hewan utama sebagai penyebab penyebaran rabies adalah anjing, kelelawar, kucing dan kera.

Pada pertengah bulan Juli ini, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi diketahui telah menyuntik puluhan anjing dan kucing di Kecamatan Tegaldlimo. Nantinya, vaksinasi rabies akan dilanjutkan ke daerah-daerah lain seperti Muncar, Purwoharjo, Pesanggaran, Blimbingsari, Kalibaru, dan Glenmore.

Pada awal pekan ini, Dispertangan telah menyuntik puluhan anjing dan kucing di Kecamatan Tegaldlimo. Nantinya, vaksinasi rabies akan dilanjutkan ke daerah-daerah lain seperti Muncar, Purwoharjo, Pesanggaran, Blimbingsari, Kalibaru, dan Glenmore.

Plh Kepala Dispertangan Kabupaten Banyuwangi Nanang Sugiarto menjelaskan, sasaran awal vaksinasi rabies adalah hewan-hewan yang dilepasliarkan, seperti anjing atau kucing tak bertuan yang ada di jalanan.

Sementara wilayah pinggiran menjadi sasaran utama. Sebab, daerah tersebut banyak berbatasan dengan hutan-hutan. Sehingga, keberadaan hewan tersebut rentan untuk tertular rabies.

Nanang menambahkan, Kabupaten Banyuwangi nihil kasus rabies hingga saat ini. Namun karena berada di dekat daerah endemi rabies, yakni Bali, antisipasi lebih dini perlu dilakukan. “Bagaimanapun, Banyuwangi dekat dengan daerah endemi, jadi harus meningkatkan kewaspadaan,” tambah Nanang.

Setelah dilakukan kepada hewan yang dilepasliarkan, vaksinasi akan dilanjutkan pada hewan-hewan peliharaan yang dirumahkan. Untuk sasaran ini, populasi terbanyak berada di daerah kota dan sekitarnya.

Menurut Nanang, Kabupaten Banyuwangi memilik stok 1.500 dosis vaksin rabies. Stok tersebut bisa bertambah apabila kebutuhan di lapangan tergolong tinggi. “Bisa ditambah sesuai dengan permintaan ke pemerintah pusat dan vaksinasi rabies ini kan harus diulang setiap tahun,” katanya. (Din/RED)