MOJOKERTO, BeritaTKP.com — Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, membuat sejumlah orang tua siswa khawatir.
Sebanyak 44 siswa dilaporkan mengalami keluhan seperti sakit perut, pusing, mual, muntah dan diare setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Selasa (6/10/2026).
Salah satu wali murid, Thoyibah (49), mengaku panik setelah mendapat kabar bahwa putrinya, Azahra Safira (14), dibawa ke Puskesmas Gayaman.
“Saya tahunya ditelepon ibu kantin kalau anak saya dibawa ke puskesmas karena keracunan MBG,” ujar Thoyibah, Kamis (8/10/2026).
Sempat Alami Gangguan Pencernaan
Azahra disebut mengalami sakit perut, pusing dan diare sejak malam sebelum dibawa ke puskesmas. Kondisinya kemudian membuatnya harus menjalani perawatan karena masih lemas.
Menurut keterangan ibunya, Azahra mengalami beberapa kali diare dan muntah sejak malam hingga pagi.
Thoyibah berharap keamanan dan kualitas makanan menjadi perhatian utama apabila program MBG kembali dibagikan di sekolah.
“Kalau saya, anak tidak diberi MBG tidak masalah, yang penting anak saya sehat. Anak juga sudah sarapan, lebih baik bawa bekal daripada MBG efeknya seperti ini,” katanya.
Ia juga meminta pihak sekolah melakukan pengecekan sebelum makanan dibagikan kepada siswa.
“Pihak sekolah harusnya mengecek dulu, mencicipi dulu (MBG). Kalau layak baru kasihkan ke siswa,” ujarnya.
Wali Murid Lain Berharap Tak Terulang
Keluhan serupa dialami Nurul Hidayah, siswi kelas 8A SMPN 1 Mojoanyar. Budiyono, orang tua Nurul, mengatakan putrinya mengalami mual, muntah dan diare hingga membutuhkan perawatan di Puskesmas Gayaman.
Menurut Budiyono, putrinya sempat mengatakan makanan MBG yang diterimanya memiliki kondisi yang dianggap tidak layak. Ia menyebut bagian sate ayam tidak dikonsumsi seluruhnya, sementara nasi tidak dimakan.
Meski demikian, Budiyono tidak serta-merta meminta program MBG dihentikan.
“Harapannya lebih baik lagi jangan sampai terulang. Kalau menurut saya sepakat juga (MBG tetap berjalan), yang penting lebih hati-hati lagi,” katanya.
44 Siswa Mengalami Gejala
Dugaan keracunan mulai diketahui pada Rabu (7/10/2026) pagi setelah sejumlah siswa mengalami gangguan pencernaan dan mengantre di toilet.
Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan Puskesmas Gayaman.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mencatat 44 siswa mengalami gejala. Sebanyak 16 siswa sempat dievakuasi ke Puskesmas Gayaman dan satu siswa dibawa ke RS Gatoel.
Sementara 27 siswa lainnya mendapat penanganan di sekolah karena gejalanya relatif ringan.
Dalam perkembangan terakhir yang disampaikan sumber, tersisa dua siswi yang masih menjalani rawat inap di Puskesmas Gayaman.
Sate Ayam Diduga Jadi Keluhan Siswa
Sejumlah siswa menyebut menu sate ayam dalam paket MBG memiliki aroma dan rasa yang berbeda. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab gangguan kesehatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah keluhan para siswa memang berkaitan dengan makanan MBG atau faktor lainnya.
Menu MBG tersebut dipasok SPPG Jabon Mojoanyar yang berlokasi di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
SPPG tersebut disebut menyediakan sekitar 2.919 porsi MBG setiap hari untuk 15 sekolah. Untuk SMPN 1 Mojoanyar, jumlah yang disalurkan mencapai 702 porsi untuk siswa, guru dan karyawan.
Wali Murid Soroti Waktu Distribusi
Kepala SPPG Jabon Mojoanyar Yanse Young Pribadi sebelumnya menjelaskan makanan untuk SMPN 1 dan SMPN 2 Mojoanyar dimasak sekitar pukul 05.00 WIB.
Makanan kemudian dikirim ke sekolah sekitar pukul 11.00 WIB dan dibagikan kepada siswa sekitar pukul 14.00 WIB.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian wali murid. Thoyibah meminta pihak sekolah dan penyedia MBG lebih berhati-hati dalam memastikan makanan aman sebelum diberikan kepada siswa.
Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami 44 siswa tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.(æ/red)





