MOJOKERTO, BeritaTKP.com — Sebanyak 42 siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, mengalami sejumlah keluhan kesehatan seperti mual, pusing, muntah hingga diare pada Rabu (7/10/2026).
Keluhan tersebut diduga muncul setelah para siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan sehari sebelumnya.
Menu MBG yang dikonsumsi siswa pada Selasa (6/10/2026) berupa nasi dengan ayam bumbu kacang dan acar.
42 Siswa Mengalami Keluhan
Salah seorang siswa kelas VIII, Srikandi, mengatakan dirinya mulai merasakan mual dan pusing setelah menyantap makanan tersebut.
“Mual sama pusing setelah makan MBG kemarin, dari siang sampai malam,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).
Keluhan serupa kemudian kembali dirasakan sejumlah siswa pada Rabu pagi. Bahkan, beberapa siswa yang mengalami gejala disebut belum sempat menyantap jatah MBG pada hari tersebut.
Dari sekitar 1.500 siswa penerima manfaat MBG di SMPN 1 Mojoanyar, sebanyak 42 siswa tercatat mengalami gangguan kesehatan.
Sebanyak 27 siswa berada dalam kondisi relatif baik. Sementara 15 siswa sempat dibawa ke Puskesmas Gayaman untuk mendapatkan penanganan.
Hingga kini, sembilan siswa masih menjalani perawatan karena mengalami dehidrasi ringan setelah muntah dan buang air besar berulang kali.
Sampel Makanan Diperiksa
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dyan Anggraini Sulistyowati membenarkan adanya kejadian tersebut.
Namun, Dinkes belum dapat memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
“Sampel muntahan dan sisa menu sudah kami ambil untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium, termasuk ayam bumbu kacang dan acar. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” kata Dyan.
Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui apakah keluhan yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.
Distribusi MBG Ditarik Sementara
Sebagai langkah antisipasi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menarik seluruh menu MBG yang rencananya didistribusikan ke sekolah pada Rabu.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kemungkinan munculnya keluhan serupa pada siswa lainnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto masih memantau kondisi para siswa yang mendapatkan perawatan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Hingga hasil uji laboratorium keluar, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa tersebut belum dapat dipastikan.(æ/red)





