Pasuruan, BeritaTKP.com – Jembatan Kipik yang berdiri di wilayah Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan yang sempat runtuh pada tahun 2011 akhirnya selesai direnovasi. Jembatan tersebut juga telah diresmikan oleh Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto dengan penandatanganan prasasti, sehingga dapat kembali difungsikan.

Sebelum diresmikan, Andriyanto menambahkan nama baru untuk jembatan tersebut dengan menambahkan satu kata didepannya, yakni Jembatan Nurul Ngipik. Hal ini dilakukan dengan harapan agar jembatan ini menjadi akses ekonomi yang berdaya bagi warga dan memberikan keberkahan. “Kita tambahi nama Nurul, sehingga jembatan ini memiliki nama baru, yakni Jembatan Nurul Ngipik. Harapannya jembatan ini menjadi terang benderang dan memberikan manfaat yang banyak bagi warga,” terang Andriyanto.

Sejak runtuhnya jembatan tiga tahun lalu, Andriyanto menuturkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah mengusulkan pembangunan kembali melalui Kementerian PU-PR pada tahun 2021. Namun, usulan ini terhenti karena anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Usaha Pemerintah Daerah melalui BNPB juga tak berhasil, meskipun telah dilakukan verifikasi tim pemetaan pada tahun 2022. Bahkan mereka meminta bantuan dari sebuah perusahaan besar di wilayah Pasuruan Barat, namun gagal. Setelah dua kali gagal, Pemerintah Daerah kemudian membangun kembali jembatan Ngipik melalui anggaran APBD Kabupaten Pasuruan sebesar Rp 2 miliar pada tahun 2022.

Dengan ini, Andriyanto berharap supaya warga dapat merawat jembatan ini dan memberikan inovasi yang membangun. Seperti halnya pemasangan lampu-lampu yang estetis untuk menerangi jembatan di malam hari serta penanaman tanaman atau pohon di sekitar jembatan agar tanah tidak mudah tererosi.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan atas penyelesaian pembangunan jembatan Ngipik. Menurutnya, perjalanan untuk membangun jembatan ini membutuhkan waktu yang panjang.

“Saya masih ingat pada tahun 2021, kita masih dalam proses perencanaan. Barulah di tahun 2022 kita menyetujui pembangunan melalui APBD Tahun 2023,” katanya. (Din/RED)