Banten, BeritaTKP.com – Hendri Marpaung selaku Kepala Badan Narkotika Nasional Banten (BNN) merasa sangat heran pada pemeriksaan X-ray di bandara Medan lantaran sabu seberat 2 kg berhasil lolos dari pemeriksaan. Hendri mengaku mengintrogasi pelaku yang beinisial SA ,25, yang membawa narkotika jenis sabu didalam tasnya.
“Itu yang menjadi pertanyaan. Setahu saya, saya punya pengalaman ke luar kota. Setiap masuk ke dalam pintu X-ray digeledah. Bahkan badan juga digeledah khawatir ada benda tajam yang membahayakan di pesawat. tas, dompet tali pinggang dimasukan ke dalam di X-ray. seharusnya di sana akan kelihatan karena saya pernah lihat juga petugas apa yang di X-ray,” ujar Hendri di BNN Banten, Rabu (13/10).
Bahkan katanya, saat ada pemeriksaan X-ray, barang tersembunyi pun bisa terdeteksi bahkan terlihat memiliki warna. Tapi, ia heran kenapa sabu seberat itu bisa lolos dari pemeriksaan X-ray.
Hendri bahkan sempat melakukan koordinasi sendiri kepada tersangka. Berdasarkan keterangannya, ia lolos begitu saja dari pemeriksaan X-ray. Ia bahkan masuk ke bandara seperti penumpang lainnya dan bersikap biasa saja.
“Saya tanyakan sampai meninterogasi. Jadi hasil pemeriksaan yang bersangkutan ke saya lolos X-ray tidak ada pemeriksaan tidak ada apa-apa lewat begitu saja. Itu hasil pemeriksaan kita. Nanti kita dalami secara teknis dan masukan ke pihak bandara. Saya tanyakan sampai interogasi, beli tiket, ke ruang tunggu sama-sama dengan yang penumpang yang lain,” ujarnya.
Untuk masalah ini, BNN Banten katanya sudah berkoordinasi dengan pihak AVSEC Bandara di Medan. Karena seharusnya, barang haram tidak bisa lolos dalam pemeriksaan X-ray.
“Itulah, kota sedang berkoordinasi dengan petugas dari perhubungan AVSEC,” pungkasnya.
(RED)





