
Jawa Timur, BeritaTKP.com – Tanah air digemparkan dengan adanya virus covid-19 varian baru yaitu Omicron. Virus tersebut kini sudah tercemar di negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia.
Namun banyak sekali warga negara Indonesia yang bekerja di negara tersebut, seperti Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim pun turut serta menyiapkan pencegahan penularan virus varian baru ini.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnakertrans Jatim, Sunarnya menyampaikan bahwasannya, bagi PMI yang hendak berangkat ke negara tujuan wajib mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Seperti vaksin, harus sesuai menyesuaikan dengan yang diakui negara penempatan.
“Kami penuhi sesuai negara penempatan. Harus menuruti,” jelasnya, Rabu (8/12/2021).
Sementara bagi PMI yang akan pulang ke kampung halaman, informasinya pintu keluar dan masuk Bandara Juanda, Sidoarjo, masih ditutup. Saat ini semuanya pulang melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dan Bandara Sam Ratulangi, Manado.
Apabila lolos screening dari pintu masuk internasional itu, PMI masih diwajibkan untuk melakukan tes swab dan karantina. Sesampainya di Jawa Timur, prosedur yang sama juga akan dijalani PMI. Tempat karantina telah disiapkan di Rumah Sakit Haji, Surabaya. Jika positif akan dirujuk ke RS Lapangan Indrapura
Apabila PMI itu negatif dan menyelesaikan karantina tiga hari, diperbolehkan pulang ke daerah asal. Saat di kabupaten/kota setempat, PMI disuruh karantina. Ketika di rumah juga karantina selama 14 hari dengan pengawasan RT/RW dan Puskesmas.
“Itu prosedur mengantisipasi prosedurnya,” tandas dia.
Sunarya menjelaskan bahwa beberapa negara tujuan PMI telah dibuka. Jatah untuk Jatim sebanyak 37 ribu PMI. Negara-negara tujuan terbanyak antara lain, Hong Kong, Taiwan, Singapura dan Brunei Darussalam.
“Kalau di Arab Saudi masih belum,” imbuhnya.
(k/red)





