Malang, BeritaTKP.com – Suasana penuh semangat menyelimuti lingkungan Perum Villa Sengkaling RT 02/03 sejak hari sebelum perjalanan. Rombongan yang terdiri dari sekitar 17 orang, dan berkumpul di lapangan perumahan untuk mempersiapkan bekal berupa camilan segar seperti buah potong dan kue kering, serta minuman seperti air mineral.
Mereka membahas jadwal dengan antusias, membahas rute perjalanan dan waktu kunjungan di setiap destinasi. Tujuan mereka tidak hanya menikmati tempat-tempat menarik dan kuliner khas, tetapi juga mempererat hubungan antar tetangga yang semakin erat seiring berjalannya waktu. Kehadiran armada penumpang berkapasitas besar yang disediakan membuat setiap langkah perjalanan semakin menyenangkan dan tak terlupakan.
Destinasi pertama ditempuh di Bukit Arosbaya, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. Setelah perjalanan sekitar 5 jam dari Malang melalui tol dan jalan raya yang mulus, dengan beberapa jeda singkat di area istirahat untuk merefresh diri dan berbagi camilan, rombongan tiba di lokasi yang dulunya merupakan lahan tambak kapur.
Sekarang, tempat ini diubah menjadi objek wisata yang menawarkan pemandangan memukau: bebatuan kapur berwarna coklat kemerahan dengan relief bekas aktivitas tambang yang membentuk pola unik, tumbuhan paku yang tumbuh subur di celah-celah bebatuan, pepohonan rindang yang memberikan naungan sejuk, serta beberapa goa sempit yang menjadi spot foto favorit.
Banyak anggota rombongan, bersemangat mengambil gambar di depan bebatuan yang megah, bahkan membuat pose kreatif seperti melompat atau bersandar pada bebatuan untuk mengabadikan momen. Biaya akses sangat terjangkau, yaitu Rp 20.000 per orang dan Rp 10.000 untuk parkir mobil, sehingga tidak memberatkan kantong wisatawan.
Tak jauh dari sini, sekitar 500 meter atau 5 menit berjalan, terdapat Makam Aermata Ebhu, tempat wisata religi yang penuh ketenangan. Menurut cerita legendaris, makam ini terkait dengan Ratu Ibu (Syarifah Ambami), permaisuri Cakraningrat I, yang menangis terus-menerus saat bertapa akibat perselisihan dengan suaminya. Aermata Ebhu sendiri adalah putri Penembahan Ronggo dan keturunan kelima Sunan Giri, sehingga memiliki nilai sejarah dan keagamaan yang tinggi.
Setelah menikmati keindahan alam Bukit Arosbaya, rombongan melanjutkan ke Restoran Bebek Sinjay Bangkalan, yang terletak di jalur utama menuju Surabaya. Tempat ini terkenal dengan hidangan bebek goreng sambal pencit khas Madura, yang cita rasanya pedas dan gurih karena menggunakan bumbu khas yang dibuat dari cabai lokal dan bahan segar. Ruang makan luas dengan dekorasi yang mencerminkan budaya Madura, seperti ukiran kayu dengan motif tradisional dan gambar kehidupan masyarakat Madura, membuat suasana makan semakin menyenangkan.
Fasilitas memadai seperti parkir yang cukup, toilet bersih, mushola yang nyaman dengan peralatan sholat lengkap, dan gerai oleh-oleh yang menjual produk lokal seperti keripik tempe dan sambal kemasan membuat tempat ini sangat cocok untuk melakukan ISOMA (istirahat, sholat, makan).
Setiap hari, ribuan pengunjung dari Surabaya, Malang, Jember, hingga luar Jawa Timur datang menikmati hidangan khas ini. Anggota rombongan pun menikmati makan bersama sambil bercerita riang tentang pengalaman di Bukit Arosbaya dan berbagi cerita sehari-hari tentang kehidupan di perumahan, seperti kegiatan kerjabakti dll.
Armada penumpang berkapasitas besar menjadi sorotan utama selama perjalanan. Kursi empuk dan luas memungkinkan para ibu-ibu bisa menikmati kenyamanan tanpa tertekan.
Sistem audio yang jelas juga menjadi nilai tambah – rombongan bisa bernyanyi bersama lagu-lagu daerah dan nasional, berbagi cerita menarik tentang keunikan setiap tempat yang dikunjungi, atau mengadakan obrolan santai selama perpindahan. “Perjalanan ini sangat menyenangkan, kami bisa menikmati keindahan alam dan kuliner khas Madura dengan nyaman, tanpa merasa lelah,” ujar salah satu warga dengan senyum lebar.
Setelah menikmati makanan di Bangkalan, rombongan menuju Wisata Mangrove Wonorejo di Rungkut, Surabaya. Sayangnya, lokasi tersebut sudah ditutup untuk perbaikan dan pengelolaan ulang. Meskipun demikian, mereka tetap turun dari mobil untuk mengabadikan momen dengan foto-foto di depan gerbang lokasi yang tertulis nama tempat wisata. Beberapa anggota rombongan juga bercerita tentang pengalaman sebelumnya ketika mengunjungi mangrove tersebut, yang menawarkan pemandangan pepohonan bakau yang indah dan udara yang segar. Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju RM Bu Tin Surabaya, yang tidak lain pemiliknya adalah anak dari Bapak Sudirman, warga Villa Sengkaling yang sukses membuka tempat kuliner di Surabaya. Di sini, mereka menikmati minuman segar seperti es campur dan es jeruk, serta berbagi kenangan tentang perjalanan, serta mendengar cerita tentang bagaimana RM Bu Tin bisa berkembang menjadi tempat yang populer di daerah tersebut.
Saat memasuki tol pukul 18.00 sore, tepat waktu sholat Maghrib, rombongan berhenti di Masjid Agung Surabaya untuk menjalankan ibadah. Armada yang mudah diparkir di area sekitar masjid membuat proses berhenti dan melanjutkan perjalanan menjadi lancar. Setelah sholat, mereka menikmati suasana malam di sekitar masjid yang megah, dengan penerangan yang indah dan suasana yang tenang, serta melihat beberapa wisatawan lain yang juga menikmati suasana malam, sebelum pulang ke Malang dengan perasaan puas.
Kesuksesan perjalanan ini tidak terlepas dari bantuan ibu yang enggan disebutkan namanya. Beliau telah menyediakan transportasi yang nyaman dan bahkan menanggung biaya perjalanan, termasuk biaya akses wisata dan makan, sehingga rombongan tidak dibebani beban finansial dan bisa menikmati setiap momen dengan tenang. “Kami sangat berterima kasih kepada beliau. Semoga kebaikan beliau dibalas dengan keberkahan dari Allah SWT.
Perjalanan wisata ini menjadi kenangan tak terlupakan bagi warga Perum Villa Sengkaling RT 02/03. Mereka berharap bisa melakukan perjalanan wisata lainnya di masa depan, dengan armada yang sama nyaman dan suasana yang penuh keceriaan, bahkan berencana mengundang tetangga dari RT lain untuk bergabung. (Imam)