
Bangkalan, BeritaTKP.com – WH, Bangkalan Madura jawa timur, warga karang kemasan keluhkan jalan proyek berdebu Akibat tidak ada perhatian dari rekanan pembangunan jalan raya kecamatan Blega kabupaten Bangkalan , jalan itu dipenuhi debu warga yang berjualan sangat terganggu dengan adanya proyek ini tidak bisa mengkondisikan pengerjaan yang kurang profesional
Warga yang bermukim di kawasan berdekatan jalan raya ini jalan karang Kamasan Kecamatan Blega mengeluhkan proyek pembangunan perbaikan jalan provinsi di wilayah mereka yang kerap berdebu di musim kemarau. Mereka minta rekanan proyek jalan tersebut meredam amukan debu yang berterbangan, yang dikhawatirkan bisa mengganggu kesehatan warga. Ujarnya
Warga yang melintasi proyek pembangunan jalan di wilayah perbatasan antara Kabupaten Sampang dengan sepanjang, (2,056 KM) yang mulai dibangun pada Juli 2023 dan kini dalam tahap pengerjaan itu, minta perhatian pihak rekanan agar menyiramnya dengan air setiap hari sebelum diaspal.
Upaya tersebut dimaksudkan untuk meredam debu yang berterbangan setiap dilintasi kendaraan bermotor, yang tidak saja mengganggu pernafasan dan kesehatan warga, tapi juga sangat mempengaruhi jarak pandang pengendara kendaraan bermotor yang lalu-lalang setiap hari di kawasan itu.
Salah satu warga pedagang warung di kawasan proyek jalan yang dibangun dengan bersumber dari Anggaran Pendapatan bina marga dan Belanja mengatakan, ia bersama warga setempat lainnya menyambut baik pembangunan ruas jalan tersebut. Tapi hendaknya pihak rekanan ikut peduli terhadap kesehatan dan kenyamanan warga dari dampak buruk yang ditimbulkan proyek tersebut.
“Kami minta pihak rekanan yang membangun jalan tersebut agar pada saat musim kemarau, tolong melakukan penyiraman bada jalan yang sedang dalam tahap pengerasan itu. Jika tidak disiram sepanjang jalan, di depan kami jualan saja disiram tidak masalah asal jangan sampai debu beterbangan ke tempat kami,” kata warga setempat
Hal yang sama juga dikeluhkan seorang warga setempat lainnya. Ia minta kepada pelaksana proyek untuk mengatasi debu, dengan cara menyiram jalan tersebut, bila kendaraan roda dua dan roda empat melintasi supaya debu yang berterbangan bisa berkurang. “Kalau memang sudah bisa ditimpa aspal langsung saja di aspal supaya jalan tidak berdebu lagi,” pintanya.
Ia menambahkan, warga minta pihak yang mengerjakan ruas jalan itu perhatikan kepada kami bukan para penjualan warung saja, karena mengganggu kesehatan tetapi membuat mata rusa akibat debu berterbangan. “Saya apresiasi terhadap perbaikan jalan itu, namun tolong perhatikan dampak yang ditimbulkanberupa debu, sebab setelah diperbaiki jalan tersebut sekarang sudah banyak melintasi kendaraan, maka debu tentu menjadi masalah utama,” ujar warga setempat, Jumat (28/07/2023).
Proyek perbaikan jalan pembatasan Kecamatan Blega itu dengan dana bersumber dari APBD)dengan nilai (Rp 1.797,625,000,00) kontrak sangat besar miliar,,,,
Aktivis tempat klarifikasi melalui via wa kepada salah satu kontraktor menjawab Ada apa dengan jalan tidak menahu tentang proyek jalan saat dibangun di kecamatan Blega ini aktivis ingin mau klarifikasi mau menanyakan terkait dengan adanya proyek tersebut tidak setelah itu tidak ada respon kembali ujarnya. (Imam Hanafi)





