
Jombang, BeritaTKP.com – Video menampakkan aksi penggerebekan di sebuah kos di Kabupaten Jombang viral di media sosial. Dalam video tersebut, para remaja di bawah umur dengan masih mengenakan seragam sekolah menengah pertama (SMP) terjaring razia
Video yang diunggah di beberapa media sosial dan salah satunya adalah Instagram dengan akun @otakkanann, menampakkan beberapa pria dewasa sedang melakukan penggeledahan dalam kos yang berlokasi di Jombang. Tiba di kamar yang berada di ujung, petugas menjumpai pasangan kekasih di bawah umur. Parahnya mereka masih mengenakan seragam SMP.
Sebelumnya diketahui bahwa kos-kosan tersebut berlokasi di salah satu perumahan di Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Adapun penggerebekan tempat tersebut berlangsung pada Senin (15/1/2024) siang, oleh warga, perangkat desa, dan Bhabinkamtibmas.
Penggerebekan ini dilakukan atas dasar keresahan warga setempat kepada Kepala Desa (Kades) setempat, Muhammad Toyib, warga melaporkan sejumlah orang asing keluar masuk 5 rumah dengan status sewa/kos.
“Menurut informasi ada 5 rumah, ini tidak kami perbolehkan untuk menyediakan tempat prostitusi,” ungkap Toyib saat diwawancarai usai melakukan penggrebekan bersama warga setempat.
Toyib mengatakan jika penyedia rumah kos bertarif ini kerap kali berpromosi melalui media sosial facebook, yang diketahui sudah berjalan sebulan ini. “Menurut informasinya dan di cek dari buku tamu tarifnya Rp 30 ribu per jam,” katanya.
Moh Toyib menjelaskan, sedikitnya ada tujuh pasangan yang sudah polisi amankan. “Kita amankan tujuh pasangan mesum. Tadi saat penggerebekan ada yang kabur. Karena jumlah kami sedikit sehingga kewalahan. Sudah satu bulan ini perumahan ini disewakan untuk esek-esek. Makanya kami gerebek,” terangnya.
Video tersebut sontak mendapatkan banyak komentar. Banyak warganet yang menyayangkan hal itu, sebab tidak seharusnya pelajar SMP berlaku demikian.
“astagfirullah dek, cinta ga selamanya indah. Jgn km ksh apa2 sblm dihalalin yaa..Nauzubillah yaa Allah.” balasan akun @syee***has****** terhadap video tersebut.
“Naudzubillah min dzalik… semoga Allah melindungi dan menjauhkan anak-anak & keturunan kita semua dari semua hal-hal buruk.” ujar akun @**14***.
Selain itu, banyak juga warganet yang menyayangkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh penggerebek di dalam rumah kos-kosan tersebut. Memang benar adanya, di dalam video tersebut terlihat beberapa pelajar yang dipukul hingga didorong oleh penggerebek.
“itu anak yg dipukul pake baju putih sampe berdarah kah, yg mukul klo bukan orangtua itu bisa di kenakan pidana kekerasan loh. negur sii boleh tapi caranya.” tanggapan akun @a*******ya*** diakhiri dengan emoticon sedih.
“maaf bkn saya mendukung hal2 yg dilakukan anak2 sekolah ini tp yg disayangkan cara penggerebekannya yg sampai pakai kontak fisik dan rekam2 begitu. Terlalu kasar menurutku. Dari instansi mana sih ini yg menggerebek? berasa paling suci,” tanggapan akun @no***man**. (Din/RED)





