Jawa Barat, BeritaTKP.com – Sebuah tempat pijat refleksi di Sawangan, Depok, Jawa Barat, digerebek warga. Diduga panti pijat itu dijadikan sebagai tempat prostitusi.

Aksi warga yang menggerebek panti pijat plus-plus itu menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman video amatir warga yang beredar di media sosial, nampak sejumlah warga masuk secara paksa sambil menggebrak-gebrak penyekat kamar yang terbuat dari tripleks.

Terlihat ada juga yang menarik gorden berwarna biru. Warga kemudian menyuruh orang-orang yang ada di dalam bilik-bilik kamar tersebut untuk keluar.

“Keluar…keluar…keluar. Keluar semuanya,” teriak seorang warga.

Warga kemudian menginterogasi seorang perempuan. Mereka menanyakan dimana identitas perempuan itu.

“Orang saya juga baru hari ini,” ujar perempuan tersebut sambil menangis tersedu-sedu.

Ketua RW 01 Sawangan Baru, Abdul Aziz mengonfirmasi penggerebekan itu terjadi pada Selasa (11/1) malam. Awalnya, pihaknya mendapatkan laporan dari warga terkait dugaan prostitusi yang terjadi didalam panti pijat tersebut.

“Konfirmasi tentang kejadian semalem, awal dari pelaporan salah satu pemuda ke kami tentang kegiatan prostitusi berkedok pijat refleksi,” ujar Azis.

Pihaknya kemudian menyelidiki informasi tersebut secara hati-hati. Awalnya, ada 7 warga yang menggerebek lokasi.

“Dengan laporan yang mendadak itu, kami mendalami secara hati-hati dan dikarenakan barang bukti ada, maka kami menggerebek hanya dengan 7 orang warga,” katanya.

Namun, karena tempat pijat refleksi itu ada di pinggir jalan, penggerebekan itu kemudian mengundang perhatian warga lainnya. Sehingga warga berdatangan untuk menyaksikan penggerebekan itu.

“Dikarenakan lokasi ada di pinggir jalan, sehingga mengundang masa dan bahkan banyak yang foto dan memvideokannya, sehingga menjadi viral,” katanya.

Selanjutnya, warga menyerahkan kasus itu ke Polres Depok. Pihak kepolisian juga telah membenarkan mengenai kejadian itu.

“Ada lima orang yang diamankan,” ujar Kasat Reskrim Polres Depok AKBP Yogen Heroes Baruno. (RED)