BOGOR, BeritaTKP.com — Video seorang pria berkaus hitam yang mengamuk di sebuah lapak pedagang Pasar Griya Bukit Jaya, Desa Tlanjung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, pria tersebut terlihat mendatangi lapak seorang perempuan pedagang. Ia diduga mengacak-acak barang dagangan hingga terjadi keributan dan aksi pemukulan terhadap pedagang tersebut.
Peristiwa itu ternyata dipicu persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah dan biaya sewa lapak.
Korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Polsek Gunung Putri kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa yang terjadi.
Kapolsek Gunung Putri AKP Hilal Adi Imawan mengatakan penyidik telah melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara.
“Saat ini penyidik Polsek Gunung Putri telah melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara,” ujar Hilal, Rabu (7/10/2026).
Berawal dari Persoalan Tempat Sampah
Hilal menjelaskan, lokasi yang menjadi tempat keributan merupakan lapak tempat korban berjualan yang disebut milik mertuanya.
Menurut polisi, persoalan awal diduga berkaitan dengan pengelolaan sampah di kawasan pasar.
Di lokasi tersebut terdapat tempat pembuangan sampah yang diperuntukkan bagi lapak dan kios. Sementara tempat pembuangan sampah untuk toko atau ruko berada di lokasi berbeda dan dikelola secara terpisah.
Kesalahpahaman diduga terjadi karena korban disebut membuang sampah ke tempat yang bukan diperuntukkan bagi lapak.
“Nah, harusnya kan di situ ada dua tempat sampah,” terang Hilal.
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah untuk lapak dan kios berbeda dengan pengelolaan sampah untuk toko atau ruko.
“Karena ada yang mengurusnya masing-masing (pengelolaan sampah). Nah mungkin dugaannya, si ibu ini buang sampahnya ke tempat yang enggak seharusnya. Harusnya kan buangnya ke tempat sampah khusus lapak, tapi dia buangnya misalnya ke (tempat sampah) ruko,” jelasnya.
Tunggakan Sewa Lapak Ikut Dipersoalkan
Selain masalah sampah, persoalan biaya sewa lapak juga disebut turut memicu keributan.
Pedagang tersebut diduga memiliki tunggakan biaya sewa lapak. Namun, polisi belum menyebutkan besaran tunggakan tersebut.
Persoalan itu kemudian berkembang menjadi perdebatan di lokasi.
“Jadi ada miss omongan, ya istilahnya jadi debat-debat di situlah, di lokasi. Mungkin tersulut emosi, terus melakukan pemukulan dan lain-lain,” ujar Hilal.
Keributan tersebut kemudian berujung pada dugaan pemukulan terhadap pedagang perempuan sebagaimana terlihat dalam video yang beredar.
Polisi Periksa Saksi dan Cari Terduga Pelaku
Pasca kejadian, korban telah membuat laporan kepada polisi.
Penyidik Polsek Gunung Putri kemudian memanggil sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Polisi juga melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi sosok yang diduga melakukan kekerasan terhadap korban.
Saat ditanya apakah pria yang terlihat dalam video merupakan petugas pasar atau preman, Hilal mengatakan pihaknya belum dapat memastikan identitas maupun perannya secara lengkap.
Namun, polisi memastikan pria tersebut bukan petugas pasar.
“Seperti itulah kurang lebih, tapi bukan petugas pasar ya. Apa ya istilahnya, mungkin ya tokoh atau orang yang ada di situlah,” kata Hilal.
Polisi masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk persoalan sampah, tunggakan sewa lapak, hingga dugaan pemukulan terhadap korban.
Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan fakta dan pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut.(æ/red)





