Magetan, BeritaTKP.com – Seorang pria tiba-tiba mengamuk lalu mencopoti bahkan membakar bendera partai politik yang terpasang di Tugu Simpang Tiga depan Terminal Maospati Magetan. Aksi tersebut sempat terekam kamera warga dan beredar di media sosial.
Dua potongan video yang beredar masing-masing berdurasi 33 detik dan 1 menit 33 detik. Dalam kedua video tersebut kita diperlihatkan dengan sosok pria mengenakan celana panjang warna hitam dan kaus singlet warna putih.

Tanpa menghiraukan kendaraan yang berlalu lalang, pria tersebut tampak mencabuti tiang bambu lengkap dengan bendera partai tersebut. Tampak terdengar suara seorang pria perekam video dengan suara semangat sambil mengabadikan momen tersebut.
“Wis batek ae guwak (Sudah cabut aja buang),” demikian suara pria terdengar terdengar dalam video berdurasi 33 detik. “Wih guwak kabeh, Ngamuk kae Ndut (Wah buang semua, marah itu Ndut,” sambung suara pria tersebut.
Aksi pria tersebut baru berhenti ketika seorang polisi dan sejumlah warga mendatanginya. Tak lama, pria tersebut kemudian mengendarai motornya dan pergi meninggalkan lokasi. Sesudah pria tersebut pergi, polisi dan warga selanjutnya memadamkan api yang masih menyala dengan air.
Kasubag Humas Polres Magetan, AKP Budu Kuncahyo saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Betul itu kejadian di simpang tiga depan terminal Maospati, Magetan,” kata Budi, Rabu (15/3/2023) kemarin.
Budi menambahkan kejadian tersebut terjadi pada Minggu (12/3) sekitar pukul 15.30 WIB. Ada 68 buah bendera dari berbagai partai politik yang dirusak hingga dibakar oleh pelaku. “Kejadian itu hari Minggu kemarin sekitar pukul 15.00 WIB. Total ada sekitar 68 bendera berbagai parpol yang dirusak dan dibakar,” ujar Budi.
Budi menyebut bendera partai politik yang dirusak dan dibakar terdiri dari bendera PKS, PPP, PDIP, Golkar, MKGR dan Gerindra. Polisi telah memeriksa pelaku. “Ada 68 bendera berbagai parpol. Pelaku sudah dimintai keterangan,” tandas Budi.
Saat dimintai keterangan saksi (keluarga), pelaku ternyata mengalami gangguan jiwa atau ODGJ. Pria tersebut, lanjut Budi, diketahui berinisial HY (46). Tak hanya keluarga, warga dan tetangganya juga menyebut HY memang mengalami gangguan jiwa. (Din/RED)





