Banyuwangi, BeritaTKP.com – Sebuah video berisikan dua warga Banyuwangi yang mengaku disekap dan dipekerjakan secara tidak manusiawi di perbatasan Myanmar dan Thailand viral di media sosial. Mereka berharap bisa dipulangkan kembali ke Indonesia.
Dalam video tersebut mereka meminta tolong kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebab mereka kerap disiksa dan diintimidasi. “Saya Ilyas, mau minta tolong kepada Bapak Jokowi. Minta tolong pak saya di sini disiksa dan diintimidasi. Perkenalkan saya Ahmad Subiantoro warga Banyuwangi mau minta tolong kepada bapak Jokowi. Saya minta tolong pak di sini saya dipekerjakan secara tidak manusiawi dan diintimidasi,” kata keduanya seperti dalam video yang beredar.

Ketua Dewa Pimpinan Cabang Serikat Buruh Migran Indonesia Banyuwangi, Agung Subastian mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementrian Luar Negeri dan Bareskrim Polri untuk menelusuri detail informasi tersebut dan memulangkan kedua korban.
Berdasarkan data yang ada, terdapat 6 wrga Banyuwangi yang saat ini dalam proses negosiasi pemulangan tenaga migran. Mereka kini dalma proses pemulangan hingga Kamis (25/5/2023) lalu.
“Sesuai prosedur yang sebelumnya. Kami akan koordinasi dengan Kemlu dan Bareskirm seperti kasus pemulangan 21 BM kemarin. Yang sudah dalam proses saat ini 6 orang warga Banyuwangi, tapi belum ada perkembangan signifikan dari Kemlu,” kata Agung, Jumat (26/5/2023).
Sedangkan, kasus dua pemuda yang viral di media sosial, Agung menduga kedua pemuda ini menjadi korban rekrutmen melalui media sosial dengan iming-iming gaji besar. Namun ternyata mereka malah dieksploitasi.
“Tampaknya kedua pemuda ini menjadi korban rekrutmen melalui medsos. Mereka dijanjikan gaji besar dan akan diperkerjakan di konter. Tapi berkaca dari sebelumnya mereka akan dipekerjakan sebagai scamer dan aplikasi saham. Dan yang jadi target teman atau keluarganya yang di Indonesia,” tandas Agung. (Din/RED)





