
BALI, BeritaTKP.com – Seorang turis asal Australia, Gemma Doyle, menjadi sorotan publik setelah ketahuan mencuri bikini dari sebuah butik di kawasan Uluwatu, Bali. Aksinya terekam CCTV dan viral di media sosial hingga menuai hujatan warganet.
Dalam video yang sempat diunggah ke akun Instagram pribadinya, Doyle mengakui telah mencuri pakaian renang seharga sekitar 30 dolar Australia (sekitar Rp359 ribu). Ia menyebut tindakannya sebagai kesalahan bodoh dan mengaku melakukannya secara impulsif.
“Saya sangat, sangat menyesal kepada pemilik toko dan semua yang terlibat,” ujarnya dalam video permintaan maaf kedua yang dinilai lebih tulus dari sebelumnya.
Pengakuan Berubah-ubah
Awalnya, Doyle menyebut pencurian itu dilakukan “untuk bersenang-senang”. Namun dalam pernyataan berikutnya, ia mengklaim tindakannya dipengaruhi kondisi medis, termasuk cedera otak traumatis.
Di sisi lain, ia juga mengaku berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian berlangsung. “Saya berada di bawah pengaruh (bukan alasan) dan membuat kesalahan bodoh,” tulisnya dalam klarifikasi.
Doyle sempat mengklaim pemilik toko meminta ganti rugi hingga 1.500 dolar Australia atau sekitar Rp18 juta. Ia menilai jumlah tersebut terlalu besar dibanding harga bikini yang diambil.
Akhir Damai, Bayar Rp19 Juta
Pihak Kepolisian Kuta Selatan mengonfirmasi bahwa kasus tersebut telah diselesaikan melalui mediasi. Tidak ada proses hukum yang dilanjutkan setelah kedua belah pihak sepakat berdamai.
Dalam kesepakatan tersebut, Doyle setuju membayar kompensasi sekitar Rp19 juta (setara 1.600 dolar Australia). Jumlah itu disebut sebagai bentuk ganti rugi atas barang yang diambil.
“Kedua pihak sepakat untuk menghentikan kasus dan menyusun perjanjian damai. Pelaku juga setuju membayar kompensasi setara nilai yang disepakati,” demikian keterangan kepolisian.
Doyle juga mengaku telah mengembalikan barang yang diambil serta meminta maaf secara langsung kepada pemilik toko. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai pelajaran berharga selama liburannya di Bali.
Meski demikian, ia mengaku menerima hujatan dan bahkan ancaman pembunuhan di media sosial. “Silakan menilai saya, tetapi ancaman kematian karena sepasang pakaian renang? Ayolah,” tulisnya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi wisatawan untuk tetap menghormati hukum dan norma setempat saat berlibur di luar negeri.(æ/red)





