SIKKA, BeritaTKP.com – Dua nelayan asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sempat dilaporkan hilang selama tujuh hari di laut, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di perairan Kabupaten Alor. Keduanya ditemukan terdampar bersama perahu mereka pada Sabtu (31/1/2026).
Kedua nelayan tersebut masing-masing bernama Anwar Mahmud (35) dan Norisius Sapa (31). Mereka sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu (25/1/2026) saat melaut di perairan Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan Tim SAR Gabungan menerima informasi penemuan korban pada Sabtu sore dari Kepala Desa Pureman, Kabupaten Alor. Informasi tersebut menyebutkan dua nelayan ditemukan terdampar di perairan Desa Pureman, Alor Selatan.
“Keduanya ditemukan dalam kondisi selamat dan telah dievakuasi oleh masyarakat setempat,” ujar Fathur, Minggu (1/2/2026).
Selanjutnya dilakukan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Alor dan Pemerintah Kabupaten Sikka untuk proses pemulangan kedua nelayan ke Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka.
Dari keterangan korban, selama terombang-ambing di laut mereka hanya bertahan hidup dengan persediaan air minum tanpa bekal makanan.
Peristiwa bermula saat kedua nelayan berangkat melaut menggunakan perahu bermesin 35 PK menuju rumpon yang berjarak sekitar lima mil dari bibir pantai. Pada pukul 18.30 Wita, korban sempat menghubungi keluarga dan melaporkan bahwa baling-baling perahu mereka terlepas.
Upaya pencarian awal oleh keluarga tidak membuahkan hasil, sehingga kejadian tersebut dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere. Tim SAR Gabungan kemudian melakukan operasi pencarian di perairan Paga dengan metode penyisiran permukaan laut serta koordinasi dengan kapal nelayan dan Satuan Radio Pantai di wilayah NTT.
Fathur menjelaskan, selama operasi berlangsung, tim menghadapi kendala berupa cuaca buruk dengan kecepatan angin mencapai 10–20 knot dan tinggi gelombang antara 0,75 hingga 1,6 meter.
“Dengan ditemukannya kedua korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan operasi SAR, termasuk TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.(æ/red)