Jakarta, BeritaTKP.com – Misteri kematian satu keluarga di Warakas, Jakarta Utara, akhirnya terungkap. Hasil uji toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri memastikan bahwa tiga korban meninggal dunia akibat keracunan zinc phosphate, zat kimia yang umum digunakan sebagai racun tikus. Ironisnya, pelaku peracunan tersebut merupakan anak korban sendiri, berinisial S (22).
Keluarga tersebut terdiri dari seorang ibu dan dua anaknya. Sementara pelaku, yang juga anak korban, saat kejadian ditemukan dalam kondisi lemas di kamar mandi dan menjadi satu-satunya anggota keluarga yang selamat.
“Dari hasil pemeriksaan seluruh korban yang meninggal, organ yang kami periksa dinyatakan positif mengandung zinc phosphate,” ujar Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri, Azhar Darlan, Jumat (6/2/2026).
Puluhan Barang Bukti Diperiksa
Dalam mengungkap kasus ini, Puslabfor menerima 43 item barang bukti dari penyidik Polres Metro Jakarta Utara. Barang bukti tersebut terdiri dari 14 item yang diambil dari tempat kejadian perkara (TKP) dan 29 item hasil autopsi dari rumah sakit.
“Barang bukti dari TKP antara lain pakaian, botol minum, dan wadah makanan. Total barang bukti yang kami terima sebanyak 43 item,” jelas Azhar.
Selain itu, penyidik juga menyerahkan sampel organ tubuh empat orang. Tiga di antaranya berasal dari korban yang meninggal dunia, sementara satu sampel berasal dari korban yang selamat.
Untuk korban meninggal, pemeriksaan meliputi isi lambung, hati, usus, paru-paru, ginjal, jantung, urin, otak, hingga tulang iga. Sedangkan pada korban selamat, diperiksa sampel darah dan urin.
Pemeriksaan toksikologi dilakukan dengan berbagai metode laboratorium, seperti microdiffusion test, GCMS, LCMS, dan ICP, dengan ruang lingkup pengujian meliputi pestisida, alkohol, arsen, sianida, serta bahan kimia dan obat-obatan.
Alkohol dan Zinc Phosphate Ditemukan di TKP
Dari hasil pemeriksaan, Puslabfor menemukan adanya alkohol dan zinc phosphate di lokasi kejadian. Salah satu gelas yang ditemukan di TKP diketahui mengandung zinc phosphate, sementara hampir seluruh minuman di lokasi mengandung alkohol.
“Di TKP kami temukan alkohol, dan ada satu gelas yang mengandung zinc phosphate. Hampir seluruh organ korban juga mengandung zat tersebut,” ungkap Azhar.
Sementara itu, pada korban yang selamat, tidak ditemukan kandungan zinc phosphate maupun alkohol. Namun, pemeriksaan darah dan urin menunjukkan adanya zat kimia lain yang masih berkaitan dengan paparan di lokasi kejadian.
Zinc Phosphate Racun Mematikan
Peneliti toksikologi kimia Departemen Kimia Universitas Indonesia, Prof Budiawan, menegaskan bahwa zinc phosphate merupakan zat yang sangat berbahaya bagi manusia.
“Zinc phosphate adalah bahan aktif racun tikus. Zat ini bersifat racun seluler dan sangat mematikan bagi tubuh manusia,” jelas Budiawan.
Ia menjelaskan bahwa zinc phosphate akan bereaksi di dalam lambung, kemudian menyebar ke seluruh organ tubuh, menyebabkan kerusakan sel secara sistemik.
“Zat ini menyebar ke seluruh organ dan merusak sel tubuh. Karena itu penggunaannya harus sangat dibatasi dan diawasi ketat,” tegasnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, mengingat mudahnya akses terhadap bahan kimia berbahaya serta dampak fatal yang ditimbulkannya. Penyidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap secara menyeluruh motif dan rangkaian peristiwa dalam tragedi kematian satu keluarga di Warakas tersebut.(æ/red)





