Depok, BeritaTKP.com – Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggemparkan Kota Depok. Tersangka Saepul alias SA (26), ternyata sempat mengirim pesan pengunduran diri kepada atasannya sehari sebelum diduga menghabisi nyawa Kunaefi (51). Dalam pesan tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf dan ucapan terima kasih atas kesempatan bekerja yang telah diberikan.
Pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tempat SA bekerja mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir dengan tersangka terjadi melalui aplikasi WhatsApp pada 22 Juli 2026. Saat itu, SA meminta izin tidak masuk kerja dengan alasan mengikuti wawancara kerja.
“Assalamualaikum mas, aku hari ini enggak masuk dulu ya mas. Aku ada panggilan interview,” tulis SA dalam pesan tersebut.
Atasannya kemudian mengingatkan agar jadwal kerja tidak berubah secara mendadak karena dapat mengganggu operasional usaha. Meski demikian, komunikasi keduanya tetap berlangsung dengan baik, bahkan pemilik usaha masih sempat memberikan instruksi pekerjaan yang dijawab SA dengan singkat.
“Ok mas siap,” balas SA.
Keesokan harinya, 23 Juli 2026, SA justru mengirimkan pesan pengunduran diri. Dalam pesannya, ia mengaku bersyukur pernah diberi kesempatan bekerja selama sekitar satu bulan dan meminta maaf apabila selama bekerja melakukan kesalahan.
“Assalamu’alaikum mas. Aku minta maaf sebelumnya. Aku mengundurkan diri dari kerjaan ini. Aku berterima kasih banget sama mas sudah mau terima aku buat satu bulan ini,” tulisnya.
Tak lama kemudian, SA kembali mengirim pesan yang berisi permintaan maaf apabila selama bekerja belum memenuhi harapan atasannya.
“Aku amat sangat berterima kasih sama mas. Mohon maaf kalau selama kerja aku enggak sesuai apa yang mas harapkan, dan aku minta maaf kalau ada sikap, ucapan atau kelakuan yang tidak mengenakkan,” lanjut isi pesan tersebut.
Belakangan diketahui, waktu pengunduran diri itu bertepatan dengan hari ketika korban diduga dibunuh di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok.
Pemilik UMKM mengaku tidak pernah melihat perilaku mencurigakan dari SA selama bekerja. Menurutnya, tersangka dikenal sebagai pekerja yang tenang dan fokus menjalankan tugasnya sebagai penggoreng pisang cokelat.
“Selama bekerja tidak menunjukkan perilaku yang aneh. Dia bekerja seperti biasa dan fokus menjalankan pekerjaannya,” ungkapnya.
Ia juga berharap kasus yang menjerat mantan pegawainya tersebut tidak memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap produk usahanya. Pihaknya memastikan seluruh proses produksi dilakukan sesuai standar dan tidak berkaitan dengan persoalan pribadi karyawan.
Sementara itu, penyidik Polda Metro Jaya masih terus mendalami kasus pembunuhan disertai mutilasi tersebut, termasuk melengkapi alat bukti dan mencari potongan tubuh korban yang hingga kini masih belum seluruhnya ditemukan.
Kasus ini menyita perhatian publik karena selain diduga dilakukan secara sadis, pelaku juga sempat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal sebelum akhirnya ditangkap aparat kepolisian di wilayah Pandeglang, Banten.(æ/red)





