JAKARTA, BeritaTKP.com – S ,21, pelaku kejahatan seksual anak melalui game online Free Fire (FF) berhasil ditangkap oleh Bareskrim Polri di tengah laut. Polisi mengatakan bahwa S adalah seorang nelayan yang menjaga bagan.

“Iya S kerjanya di bagan tempat penangkapan ikan di tengah laut. Dia kerja di tengah laut. Seminggu di darat, dan seminggu di bagan, baru ganti orang,” jelas Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Kombes Reinhard Hutagaol di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (30/11/2021).

“Betul ditangkap saat sedang berada di tengah laut. Lagi shift dia,” sambungnya.

Reinhard mengungkapkan S ditangkap di Berau, Kalimantan Timur (Kaltim). “Jadi kami untuk ke tempatnya yang bersangkutan, itu harus naik kapal dulu baru dapat di situ,” kata Reinhard.

Reinhard mengungkap bahwa modus operandi kejahatan seksual anak yang dilakukan S adalah meminta video para korban dalam kondisi telanjang untuk kepentingan pribadi. Polisi tidak menemukan adanya penjualan video porno oleh S ke situs-situs tertentu.

“Sampai saat ini kami masih belum menemukan. Jadi memang saat ini masih berkisar untuk kepentingan pribadi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Dittipidsiber Bareskrim Polri membongkar kasus dugaan pelecehan seksual anak melalui game online Free Fire (FF). Pelaku pelecehan seksual anak berinisial S ,21, ditangkap polisi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

“Pada hari Sabtu tanggal 9 Oktober 2021 yang lalu di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kaltim, sekitar jam 19.40 WITA, penyidik berhasil menangkap tersangka S,” ujar Reinhard Hutagaol dalam jumpa pers di Mabes Polri.

Reinhard mengungkapkan kasus ini bermula dari aduan mengenai konten negatif yang dilayangkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Bareskrim langsung menindaklanjuti aduan dari KPAI itu dengan membuat laporan polisi (LP) pada 22 September 2021.

Aduan KPAI yang dimaksud merupakan keluhan dari masyarakat, dimana ada orang tua yang mengecek HP anaknya yang berinisial, D ,9, pada Agustus 2021. Namun, D tidak memberi izin orang tuanya untuk mengecek HP-nya.

Orang tua D pun merasa curiga pada sikap anaknya. Kemudian orang tua D menemukan adanya video porno saat berhasil mengecek HP anaknya secara diam-diam.

Mereka juga mengecek percakapan WhatsApp dan kolom trash gallery HP D. Lalu ditemukan video porno yang dihapus.

“Setelah ditanya kepada si anak, D mengaku video tersebut dikirim oleh teman main game-nya bernama Reza,” ucap Reinhard. (RED)