Surabaya, BeritaTKP.Com – Indra Purnama, 35, warga Jalan Patua atau Jalan Tempel Gang I, Surabaya adalah tahanan yang kabur dari sel Polsek Tenggilis Mejoyo akhirnya berhasil ditangkap setelah hampir dua tahun buron. Lelaki yang tinggal di Jalan Kupang Panjaan III Surabaya itu diringkus di rumah kos di Jalan Tubanan, Tandes, Surabaya.

Polisi terpaksa memberikan tindakan tegas dengan menembak betis sebelah kanan karena tersangka berusaha kabur. Kapolsek Tenggilis Mejoyo AKP Riki Donaire Pilian mengatakan, selama pelarian hampir dua tahun, tersangka selalu berpindah-pindah tempat. “Tersangka ditangkap di kos kawasan Tandes. Dia sebelumnya terjerat kasus tipu gelap,” ucap Riki didampingi Kanit Reskrim Iptu Irwan, Rabu 24/3/21.
Mantan Kasat Reskrim Polres Sampang ini menjelaskan, tersangka ikut kabur setelah diberitahu oleh dua rekannya sesama tahanan bila gembok pintu sel tahanan tidak terkunci. Melihat ada kesempatan, tersangka lalu berinisiatif keluar menyusul dua temannya yang kabur terlebih dulu.
“Tersangka berpikir kangen keluarga, ingin ketemu keluarga karena istrinya hamil saat itu. Pintu tahanan tertutup tapi tidak terkunci sehingga tersangka ikut kabur,” sambungnya.
Sementara untuk dua tahanan lain yang kini masih menjadi buron, Riki mengaku masih dalam pencarian. Yakni dengan jalan melacak keberadaan terakhir dua tahanan yang kabur tersebut. “Untuk teridentifikasi sudah. Ada beberapa tempat yang dicurigai menjadi pelarian. Mohon doanya semoga segera tertangkap,” ungkapnya.
Sementara itu, tersangka Indra Purnama mengaku nekat kabur menyusul dua temannya karena ada kesempatan. Setelah keluar Mapolsek, tersangka berjalan mengarah ke Jalan Panjang Jiwo. Tak lama kemudian, tersangka naik taksi menuju ke kawasan Gayungsari.
Selepas dari Gayungsari, tersangka sempat mampir ke Jalan Petemon. “Kemudian lari ke makam Troloyo, Mojokerto,” ungkapnya. Di makam tersebut, tersangka mengaku bersembunyi dengan membantu membersihkan lokasi makam.
“Saya tinggal di sana. Nggak kerja, saya seperti ziarah. Ada orang ziarah, saya bersihkan (kuburan) lantas dikasih uang, saya gunakan beli makan,” pungkasnya.
Diakui tersangka, saat kabur tersebut, istrinya tengah mengandung anak yang keempat. “Saya punya anak empat. Saya kena kasus penggelapan scaffolding,” terangnya.
Tiga tahanan Polsek Tenggilis Mejoyo kabur pada Jumat dinihari, 14 April 2019 lalu. Ketiga tahanan tersebut, dua di antaranya adalah tahanan kasus narkoba. Mereka A dan R, warga Surabaya.
Sementara satu orang tahanan kasus tipu gelap yakni Indra Purnama. Ketiga tahanan tersebut kabur setelah pintu tahanan tidak terkunci karena petugas lalai mengunci pintu sel. SH/Red





