SURABAYA, BeritaTKP.com – Akhirnya terkuak, misteri meninggalnya wanita cantik mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair).

Hasil pemeriksaan Laboraturium Forensik (Labfor), bahwa  tentang meninggalnya mahasiswi semester 7 itu meninggal lantaran  disebabkan bukan dari kandungan gas Helium, melainkan Difluoromethane atau senyawa yang digunakan pada Freon AC mobil.

“Jenis gas yang digunakan adalah gas Difluoromethane atau lebih dikenal sebagai Freon dan bukan gas Helium,” ujar Kabid Labfor Polda Jatim Kombes Pol Sodiq Pratomo mendampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto, Selasa (12/12/2023).

Dikatakan, bahwa profil DNA yang ada pada korban dengan pembanding berupa tulang korban menunjukan hasil ‘identik’. Artinya, tidak ditemukan profile DNA lain selain milik korban atau dipastikan dilakukan seorang diri.

“Jika  Difluoromethane merupakan gas yang tidak berwarna, berbau seperti Eter, tidak beracun di bawah suhu normal, bisa dengan cepat menyebabkan Asphyxia,” lanjutnya.

Difluoromethane jika dalam kepadatan tinggi, masih kata Kalabfor, bahwa bisa menyebabkan disorientasi, pusing, mual, muntah, narcotisme, aritmia, tekanan darah rendah. Dalam kepadatan yang sangat tinggi bisa menyebabkan kematian akibat Asphyxia. Saat kontak dengan kulit atau mata, itu menyebabkan Frostbit, dll. LC50: 4900 mg/m³ per 4 jam (dihirup tikus).

“Kepadatan yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian. Hal tersebut akibat Asphykxia. Dengan menghirup terus dapat menyebabkan kepadatan tinggi sehingga menyebabkan kematian,” pungkasnya. (xoxo)