Surabaya, BeritaTKP.com – Menanggapi berita yang sebelumnya tayang dimedia ini pada 24 November 2025 dengan Judul “Oknum Pengajar SMK PGRI 4 Surabaya Tinggalkan Jam Mengajar untuk Check In” rupa-rupanya pasangan pengajar ini tak punya rasa malu mereka secara terang-terangan mengakui bahwa memang benar meninggal jam mengajar untuk check in di Hotel Teratai, Surabaya.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait pemberitaan tersebut sang perempuan yang diketahui sebagai Pekerja Negeri Sipil (PNS) di SMKN 1 Surabaya, bernama Dwi Sudarwati yang tinggal di Perum Bluru Permai FG-17 RT. 08 RW.11 Kel. Bluru Kidul, Kec. Sidoarjo, bahkan dengan tegas mengakui bahwa memang benar ia meninggalkan jam mengajarnya pada Senin (24/11/2025) dan keluar bersama Soetjipto yang juga seorang pengajar di SMK PGRI 4, Surabaya.

“Ya memang benar saya kesana (Hotel Teratai) saya mengantarkan pijat kesana bukan untuk check in,”ucap Dwi Sudarwati dengan ketus dan alibinya kepada awak media bahkan pihak dari tempat Dwi mengajar nampak menutup-nutupi dan melindungi perbuatan yang dilakukan oleh Dwi.
Salah satu rekan Dwi Sudarwati yang bernama Badarudin yang juga guru di SMKN 1 Surabaya terkesan tidak senang saat awak media melakukan konfirmasi kepada Dwi Sudarwati.
“Kan sudah dijawab oleh yang bersangkutan (Dwi Sudarwati) terus kalian mau apa?,” ujarnya dengan nada ketus seperti Dwi.
Apakah pantas seorang guru atau tenaga pengajar meninggalkan jam mengajar hanya untuk check in dengan suami orang? Bukankan mereka harus menjadi contoh yang baik untuk siswa-siswinya? Serta apakah perbuatan yang dilakukan Dwi Sudarwati pantas untuk ditutup-tutupi oleh rekan-rekan sejawatnya? Jawabannya tentu tidak.
Hal ini juga ditegaskan oleh salah satu pengajar di SMKN 1 Surabaya yang bernama Lukman Sholeh bahwa perbuatan Dwi yang meninggalkan jam mengajar itu tidak boleh apalagi dengan alasan tidak jelas.
Seperti diawal berita tersebut sudah tayang dengan narasi berikut :
Semakin hari semakin marak tentang isu perselingkuhan yang beredar dimedia social, bahkan aksi perselingkuhan ini juga terjadi didalam lingkungan Pendidikan seperti temuan tim investigas BeritaTKP di lapangan.
Salah satu pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 4, Surabaya, bernama Soetjipto rela meninggalkan jam mengajarnya hanya untuk check in dengan seorang perempuan berinisal X (nama samara).
Soetjipto nampak meninggalkan jam mengajarnya pada Senin (24/11/2025) pukul 10.00 WIB menggunakan Honda Brio Silver dengan Nopol L 1102 HF, yang dimana hari senin adalah hari sibuk lalu mengapa seorang guru bisa meninggalkan murid-muridnya hanya untuk berbuat zinah dengan Wanita lain?. Ia nampak menemui sephia nya di parkiran Rumah Sakit Islam, Surabaya, yang berada di Jl. Ahmad Yani No.2-4, Wonokromo, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60243.
Setelah menjemput sephianya mereka beranjak menuju ke Hotel Teratai, Surabaya, yang terletak di Jalan Wonorejo Timur, Surabaya, untuk memadu kasih didalam hotel tersebut tanpa memikiran beban pekerjaan yang harus nya ia lakukan.
Sekitar pukul 12.00 WIB pasangan zinah yang tak lagi muda ini nampak meninggalkan hotel tersebut lalu pergi untuk makan siang di Bakso P.Nur Trunojoyo, yang terletak di Jalan Trunojoyo No.37, Surabaya. Setelah kenyang dan dan memadu kasih mereka kembali ke titik semula yaitu di Rumah Sakit Islam, Surabaya, untuk melakukan perpisahan dan kembali rumah masing-masing.
Diketahui Soetjipto adalah warga Karang Menjangan IV, Surabaya, yang sudah memiliki istri bahkan diketahui ia adalah pensiunan guru dari salah satu SMKN di Surabaya, sebelum mengajar di SMK PGRI 4. Lalu bagaimana bisa seorang tenaga pendidik melakukan hal seperti itu? Bukankah seorang tenaga pendidik harus menjadi contoh bagi murid-muridnya. Lantas mengapa hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh Soetjipto?. (tim)





