Prigen, BeritaTKP.com – Warga Tretes, Kecamatan Prigen, terbiasa membuang sampah rumah tangga ke jurang di Lahan Perhutani. Bertahun-tahun itu terjadi, akibatnya sampah mulai menumpuk dan hal itu menjadi persoalan bagi warga sekitar. Karena tidak adanya tempat penampungan sampah.

Tumpukan sampah di Tretes itu tak terlihat dari jalan. Namun, jika dilihat dari dalam gang kecil di lokasi, kesan kotor dan kumuh langsung terlihat. ”Warga sudah lama membuang sampahnya ke jurang. Karena selama ini tidak ada tempat penampungan sampah (TPS),” kata Yunus, ketua RT Lingkungan Tretes.

Sampah yang dibuang pun bermacam-macam. Rata-rata limbah rumah tangga. Misalnya, plastik bekas, kardus, maupun sampah kering lain. Hampir seluruhnya memang dibuang oleh warga sekitar Tretes.

 

Menurut Yunus, jarak ke TPS terdekat sekitar 300 meter. Namun, TPS itu sudah berbeda lingkungan atau berada di RT lain. ”Jadi, buang sampahnya ya ke jurang,” tuturnya.

Dia meminta disediakan TPS di lingkungan tersebut. Paling tidak ada kontainer sampah yang bisa diambil. Agar warga tidak membuang sampah lagi ke jurang. ”Harus ada solusinya. Masa terus-terusan seperti ini. Sudah saatnya instansi terkait turun tangan. Atau, bisa mengajukan melalui kelurahan maupun kecamatan,” tambah Yunus

Tumpukan sampah di Tretes itu tetap mengeluarkan bau meski berada di jurang. Para pengusaha hotel di sekitarnya pun menerima keluhan dari tamu-tamu mereka. Pemandangannya kumuh. Sampah bertumpuk dari lereng bukit ke jurang. Kalau musim kemarau, baunya menyengat luar biasa. Padahal, kawasan sekitarnya merupakan daerah wisata. Harus nyaman bagi wisatawan.

”Tamu yang bermalam di hotel mengeluhkan bau sampah. Karena lokasi pembuangan berada di jurang belakang dan dekat hotel kami. Warga yang rumahnya dekat lokasi juga merasakan sekali baunya,” kata Suyadi, manajer Hotel Lie Mas Prigen.

Samiaji menambahkan, jika warga menginginkan TPS dan sarpras pendukung lain, kelurahan akan mengajukan ke pemkab. ”Kami akan mengajukan melalui kecamatan ke pemkab atau instansi terkait,” ujarnya. (Din/RED)