Semarang, BeritaTKP.com – Memasuki hari ke 17 dalam bulan suci ramadhan tahun 2022, harga kebutuhan pokok di beberapa daerah di pantura Jawa Tengah kini mulai stabil.

Namun, berbeda dengan harga minyak goreng (migor) curah yang harganya masih tinggi menembus Rp 25 ribu per liter.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sendiri ketika lakukan pemantauan langsung ke beberapa pasar Gubug, Kabupaten Grobogan, meski mendapati distributor menjual Rp 15 ribu per liter namun mendapati pedagang masih menjual Rp 18-20 per liter.

“Bagaimana ini pak, harga minyak goreng curah masih tinggi, tidak seperti diberitakan harga sesuai HET,” ujar pembeli mempertanyakan kepada gubernur Ganjar Pranowo.

Sementara di Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang harga migor curah juga cukup tinggi sama dengan minyak goreng kemasan, bahkan pedagang di pasar tersebut menjual Rp 25 ribu per liter menjadikan para pembeli mengeluh.

“Harga minyak goreng curah kok sama dengan kemasan, heran aku,” ujar Sunarni,48, seorang pedagang.

Ganjar Pranowo mengatakan sistem distribusi hingga sampai distributor berlangsung cukup baik.

Namun permasalahan muncul terjadi di tingkat tengkulak hingga harga di tingkat pengecer dan pembeli menjadi tinggi.

“Ini yang harus kita benahi dan dicarikan jalan keluar. Padahal Jumlah minyak goreng curah cukup banyak, harga kok belum turun,” ungkap Ganjar.

Menurut Ganjar, setelah datang 2.614 ton migor curah dan ada tambahan dari produsen lainnya, seharusnya mencukupi kebutuhan hingga dua pekan.

Bahkan jelang lebaran mendatang akan datang lagi migor curah tambahan hingga 3.000 ton seharusnya mencukupi hingga usai lebaran. (RED)