TULUNGAGUNG, BeritaTKP.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Prisma Putri Mandiri di Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, yang memasok menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk SMKN 1 Boyolangu, ternyata pernah mengalami penghentian sementara operasional (suspend) oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Suspensi tersebut disebut terjadi karena masalah kelengkapan dapur. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setiawan, mengatakan salah satu penyebabnya berkaitan dengan fasilitas pengolahan limbah.
“Kalau tidak salah disuspensi karena IPAL. Tapi kemudian sudah dilengkapi dan dapur ini sudah SLHS,” ujar Aris.
Operasional Kembali Berjalan Satu Bulan
Setelah kelengkapan dapur dipenuhi, BGN mencabut status suspensi sehingga SPPG kembali beroperasi. Dapur tersebut mulai aktif kembali sekitar satu bulan terakhir untuk memasok makanan MBG kepada siswa SMKN 1 Boyolangu dan kelompok posyandu.
Pasca kejadian dugaan keracunan, Dinas Kesehatan Tulungagung melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mencari penyebab pasti.
Sampel Makanan Diperiksa
Petugas telah mengambil sejumlah sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui apakah terdapat kandungan yang menyebabkan munculnya keluhan kesehatan.
Dinas Kesehatan juga melakukan pemantauan terhadap siswa dan guru yang mengalami gejala seperti mual dan diare berulang. Hingga laporan terakhir, tidak ada siswa maupun guru yang harus menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan.
Sekitar 200 Siswa dan Guru Mengalami Keluhan
Sebelumnya, sekitar 200 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG. Gejala yang muncul berupa mual dan diare sejak Rabu malam hingga Kamis.
Menu yang dikonsumsi terdiri dari nasi daun jeruk, ayam goreng, lalapan, dan buah anggur.
Dinas Kesehatan juga masih memantau kelompok penerima MBG lainnya, termasuk balita di posyandu, untuk memastikan apakah terdapat dampak serupa.
Kasus dugaan keracunan MBG di Tulungagung ini menambah daftar kejadian serupa yang sebelumnya juga terjadi di beberapa sekolah lain di wilayah tersebut.(æ/red)





